Tautan-tautan Akses

Lebah Bumblebee Amerika Terancam Punah


Lebah liar bumblebee melakukan penyerbukan pada bunga poppy California. (AP/Jeff Barnard)
Lebah liar bumblebee melakukan penyerbukan pada bunga poppy California. (AP/Jeff Barnard)

Jumlah dan jenis lebah liar jenis bumblebee di Amerika menurun secara drastis, kemungkinan karena penyakit dan parasit.

Dua penelitian baru yang hasilnya diterbitkan dalam jurnal Science pada Kamis (28/2) menyimpulkan bahwa lebah liar, seperti lebah bumblebee di Amerika, berperan semakin penting dalam penyerbukan bunga dan tanaman yang menghasilkan makanan untuk manusia.

Namun sayangnya, di Amerika bagian tengah (midwest), jumlah lebah bumblebee semakin berkurang dengan tingkat yang mengkhawatirkan, kemungkinan karena penyakit dan parasit.

Lebah liar sukar dilacak sehingga para ilmuwan mengalami kesulitan mengetahui apa yang terjadi pada mereka. Namun berkat salah seorang pria di kota kecil di Illinois pada 1890an, para periset sekarang memiliki pengetahuan yang lebih baik.

Charles Robertson setiap hari keluar dengan kereta kuda dan dengan teliti mengumpulkan dan mengkategorisasikan serangga-serangga di Carlinsville, sebelah selatan Illinois.

Lebih dari seabad kemudian, Laura Burkle dari Montana State University kembali ke daerah itu untuk melihat apa yang berubah. Burkle dan para koleganya melaporkan bahwa mereka hanya menemukan setengah dari spesies lebah liar yang ditemukan Robertson, yaitu 54 dari 109 jenis.

“Itu penurunan yang signifikan, dan menakutkan,” ujar Burkle.

Yang paling terlihat dalam penurunan ini adalah untuk salah satu spesies, yaitu lebah bumblebee Amerika yang berwarna kuning dan hitam. Ada 4.000 spesies lebah liar di Amerika dan 49 diantaranya adalah bumblebee. Di daerah midwest, lebah yang paling umum ditemukan adalah Bombus pensylvanicus, yang dikenal sebagai bumblebee Amerika. Lebah jenis ini hanya menyengat ketika diserang, ujar para ahli.

Namun dari 447 jam pencarian, tim Burkle hanya menemukan satu jenis bumblebee Amerika, yaitu sang ratu.

Hal itu sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh ahli serangga (entimolog) dari University of Illinois, Sydney Cameron, dua tahun lalu, ketika ia menemukan pengurangan secara dramatis dari jumlah dan jenis bumblebee Amerika.

Secara keseluruhan, jenisnya berkurang 23 persen, meski masih banyak didapat di Texas dan bagian barat Amerika, ujar Cameron.

“Mereka binatang yang fenomenal. Mereka dapat terbang dalam salju,” ujarnya.

Penelitiannya menemukan bahwa empat spesies bumblebee sedang terancam punah.

Sebuah studi terpisah yang diterbitkan jurnal Science oleh sebuah tim dari Eropa menunjukkan bahwa lebah liar secara umum memiliki peran lebih besar dalam penyerbukan tanaman dibandingkan lebah madu yang disebarkan untuk mengerjakan pekerjaan itu secara profesional.

Lebah peliharaan tersebut juga terancam berkurang dengan harga yang tinggi untuk lebah yang menyerbuk pohon almond California, ujar David Inouye dari University of Maryland.

Para ilmuwan menduga kombinasi penyakit dan parasit telah menyebabkan penurunan jumlah lebah liar dan peliharaan. (AP/Seth Borenstein)
XS
SM
MD
LG