Tautan-tautan Akses

Larangan Burkini di Perancis Picu Debat Soal Mode Islami


Seorang perempuan Muslim memakai burkini di pantai di Marseille, Perancis (17/8).
Seorang perempuan Muslim memakai burkini di pantai di Marseille, Perancis (17/8).

Para perancang Muslim mengatakan burkini bukan simbol penindasan. Baju renang tersebut dan pakaian Muslim modern lainnya dapat membebaskan.

Sejak Neslihan Cevik meluncurkan merk M-Line Fashion Desember lalu, perusahaan daring miliknya tumbuh 20 persen setiap bulan, hanya berkat promosi dari mulut ke mulut. Saat ini, pengusaha asal Turki itu ingin mengembangkan produk selain tunik dan jilbab, yaitu baju renang Muslim pada musim panas mendatang.

"Modelnya sangat jelek sekarang ini," ujar Cevik tentang burkini, yang menutupi kepla sampai ujung kaki. "Itu salah satu masalah terbesar bagi perempuan Muslim. Apa pun yang dilakukan, semua desainnya sejauh ini sangat buruk."

Banyak politisi Perancis melihat pesan lain dari burkini, singkatan dari burka dan bikini yang pertama kali diluncurkan tahun 2007 oleh perancang Australia Aheda Zanetti.

Bulan ini, semakin banyak kota yang telah melarang baju renang Muslimah itu di pantai-pantai mereka dengan berbagai alasan, mulai dari ketertiban dan kebersihan umum, sampai keamanan air dan penghormatan atas prinsip-prinsip sekuler yang kaku di Perancis.

Minggu lalu, kota Nice di Riviera bergabung dengan daftar kota yang melarang burkini, dengan salah satu alasan serangan teroris pada Hari Bastille yang menewaskan 86 orang.

Bikini yang dipamerkan di Galeri Joseph-Froissart di Paris. (VOA/L. Bryant)
Bikini yang dipamerkan di Galeri Joseph-Froissart di Paris. (VOA/L. Bryant)

Musim Panas Kontroversial

Burkini adalah sesuatu yang langka di Perancis, dan definisinya sendiri sangat samar. Di negara yang telah melarang cadar, atau niqab, dan jilbab di sekolah-sekolah negeri, baju renang Muslimah itu telah memicu kontroversi panas, dan menyoroti visi yang berlawanan mengenai peran mode syariah dalam membentuk identitas perempuan.

Perdana Menteri Manuel Valls menggambarkan burkini, berikut jilbab, sebagai sebuah bentuk perbudakan -- pandangan yang juga dimiliki Menteri Urusan Perempuan Laurence Rossignol.

“Burkini bukan model baju renang baru, bukan juga sebuah tren. Ini proyek politis yang bertentangan dengan masyarakat modern," ujar Valls kepada surat kabar Provence, dalam dukungannya atas larangan terhadap burkini.

Nissrine Samali, 20, berenang di laut di Marseille, Perancis selatan, dengan mengenakan baju renang syariah, burkini. (Foto: Dok)
Nissrine Samali, 20, berenang di laut di Marseille, Perancis selatan, dengan mengenakan baju renang syariah, burkini. (Foto: Dok)

Para perancang seperti Cevik mengatakan burkini bukan simbol penindasan. Baju renang tersebut dan pakaian Muslim modern lainnya dapat membebaskan. Halangan-halangan malah datang dari industri mode yang seringkali jauh tertinggal dalam memenuhi kebutuhan perempuan modern konservatif, dan kehilangan potensi tambang emas dalam prosesnya.

"Perempuan berhijab terlibat dalam aspek-aspek, ranah dan aktivitas yang berbeda dari kehidupan modern. Namun pasar belum menganggap mereka serius," ujar Cevik, seorang sosiolog yang telah menulis buku mengenai transformasi identitas Muslim pasca 80-an.

"Pakaian Muslimah dianggap menunjukkan bahwa 'ia tertindas, ia tinggal di rumah atau pergi ke rumah mertua'," tambah Cevik. "Baru sekarang pasar mengejar ketertinggalan mereka dengan citra baru itu."

Toko baju perempuan di Saint Denis, luar kota Paris. (VOA/Lisa Bryant)
Toko baju perempuan di Saint Denis, luar kota Paris. (VOA/Lisa Bryant)

Lebih Banyak Perancang

Sekarang ini, semakin banyak perancang mulai mengisi kekosongan itu, menawarkan pilihan-pilihan yang trendi dan berwarna untuk generasi baru 'hijabista' yang melek mode.

Bahkan pusat-pusat perbelanjaan dan merk arus utama mulai menangkap tren itu, mengincar pasar Muslim yang diperkirakan bernilai beberapa ratus miliar dolar dalam beberapa tahun ke depan.

Marks & Spencer dan House of Fraser dari Inggris meluncurkan burkini di Eropa tahun ini. Merk-merk lain seperti Mango dan DKNY telah meluncurkan koleksi pakaian Ramadan. Namun para kritikus mengatakan tawarannya terbatas, dan pilihannya seperti hanya untuk perempuan-perempuan berbadan besar.

Burkini keluaran peritel Inggris Marks and Spencer tahun ini.
Burkini keluaran peritel Inggris Marks and Spencer tahun ini.

Produk Cevik yang lebih gaya dan trendi untuk 'hijaber' menarik perhatian negara-negara lain selain Turki, seperti Perancis dan negara-negara Eropa lainnya, bahkan Afrika Selatan.

Ia bukan satu-satunya perancang yang membentuk pilihan berbusana. Lima belas tahun lalu, Cindy van de Bremen membantu meluncurkan tutup kepala untuk berolahraga bagi para Muslim dengan merk Capster.

Sejak itu, Van den Bremen telah menciptakan hijab untuk pemain sepakbola yang membantu meyakinkan badan sepakbola dunia FIFA untuk menghapus larangan hijab. Seorang atlet panahan Saudi juga memakain salah satu rancangannya dalam Olimpiade Rio.

"Ada jutaan Muslim di dunia, terutama dalam diaspora. Generasi kedua dan ketiga sekarang bisa memakai pakaian yang ingin mereka kenakan. Agak aneh jika kita mengabaikan pasar Muslim," ujarnya. [hd]

XS
SM
MD
LG