Tautan-tautan Akses

AS

Laporan Perubahan Iklim Amerika yang Baru Cerminkan Peringatan Buruk


Seorang perempuan (kanan) mengambil foto dari tepi sungai Seine yang meluap dan mengakibatkan banjir di Paris, 4 Juni 2016. (Foto: dok). Para ilmuwan mengatakan pada saat itu bahwa perubahan iklim buatan manusia telah melipatgandakan kemungkinan banjir Perancis pada tahun 2016 yang menghancurkan.

Pemerintah Amerika telah merilis sebuah laporan tentang perubahan iklim yang mengatakan bahwa tidak ada "penjelasan alternatif yang meyakinkan" untuk pemanasan global selain manusia sebagai penyebabnya.

Penilaian Iklim Nasional itu, yang dimandatkan UU untuk diterbitkan oleh pemerintah setiap empat tahun, mengatakan bahwa perubahan iklim hampir seluruhnya dipicu oleh tindakan manusia. Penilaian itu memperingatkan bahwa permukaan air laut bisa naik 0hampir 2,5 meter pada tahun 2100. Laporan itu memuat daftar sejumlah kerusakan di Amerika yang dikaitkan dengan kenaikan suhu global sebesar 1 derajat Celsius sejak tahun 1900.

Laporan itu mengatakan Amerika sudah mengalami peningkatan suhu, tingkat curah hujan dan kebakaran hutan. Ia juga mengatakan lebih dari 25 kota pesisir di Amerika sudah mengalami banjir. Laporan itu juga mengatakan bahwa tidak ada preseden dalam sejarah untuk membandingkan perubahan meteorologi ini.

Tapi, laporan itu mengatakan ada "keyakinan besar" bahwa tingkat perubahan iklim akan bergantung pada jumlah gas rumah kaca yang dilepas secara global selama beberapa dekade mendatang.

Laporan tersebut bertentangan dengan sikap yang diambil pemerintah Amerika saat ini mengenai perubahan iklim dan juga sikap pimpinan Badan Perlindungan Lingkungan.

Presiden Donald Trump, Menteri Energi Rick Perry dan kepala EPA Scott Pruitt mempertanyakan seberapa banyak aktivitas manusia berkontribusi terhadap perubahan iklim. Presiden Trump telah mengumumkan bahwa Amerika Serikat akan meninggalkan kesepakatan iklim Paris yang akan mewajibkan Amerika mengurangi secara keseluruhan emisi gas rumah kaca sekurangnya 26 persen pada tahun 2025, dibandingkan dengan tingkat tahun 2005.

Salah satu penulis studi, ilmuwan iklim Robert Kopp dari Rutgers University, mengatakan kepada The Washington Post menurutnya laporan tersebut "pada dasarnya merupakan laporan ilmu iklim yang paling komprehensif di dunia saat ini."

Menanggapi perilisan laporan itu hari Jumat, Wakil Juru bicara Gedung Putih Raj Shah menyebut kalimat dalam laporan itu yang mengatakan bahwa ada "ketidakpastian dalam kesensitifan iklim bumi terhadap emisi. Iklim telah berubah dan selalu akan berubah." [my]

Opini Anda

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG