Tautan-tautan Akses

Laporan Pertahanan: Inggris Bertekad akan Lawan Ancaman China


Bendera China dan Inggris dalam acara dialog ekonomi dan keuangan antara Inggris dan China di Beijing, 21 September 2015.
Bendera China dan Inggris dalam acara dialog ekonomi dan keuangan antara Inggris dan China di Beijing, 21 September 2015.

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson, Selasa (16/3) berjanji akan menanggapi “tantangan sistemik” yang diakibatkan China, ketika menguraikan strategi pertahanan Inggris untuk 10 tahun ke depan.

Namun, beberapa anggota Partai Konsevatif yang berkuasa menuduh Johnson terlalu lunak terhadap Beijing.

Inggris sedang berusaha memainkan peran baru di dunia internasional, di luar kawasan Uni Eropa. Dokumen pemerintah berjudul “Integrated Review of Security, Defence, Development, dan Foreign Policy” menyatakan, Rusia tetap menjadi ancaman serius yang dihadapi negara, tetapi memperingatkan bahwa China merupakan tantangan sistemik terhadap keamanan, kemakmuran, dan nilai-nilai Inggris.

“Inggris memimpin masyarakat internasional dalam mengungkapkan keprihatinan yang mendalam berkaitan dengan penahanan massal warga Uighur di Provinsi Xinjiang oleh China sekaligus prakarsa yang memberikan 3 juta warga Hong Kong sebuah jalur untuk memperoleh kewarganegaraan Inggris,” kata Boris di hadapan parlemen Inggris, Selasa (16/3).

“Tidak diragukan bahwa China akan menjadi tantangan besar bagi sebuah masyarakat terbuka seperti kita, tapi kami juga akan bekerja sama dengan China dalam bidang yang selaras dengan nilai-nilai dan kepentingan Inggris, termasuk membangun sebuah hubungan ekonomi yang lebih kuat dan positif, serta menanggapi perubahan iklim,” kata Johnson.

Perdana Menteri Inggris itu menambahkan, perubahan prioritas pertahanan akan memungkinkan Inggris memenuhi janji pasca-Brexit berupa “Inggris yang global.”

Namun, beberapa anggota parlemen dari Partai Konservatif menuduh Johnson bersikap lunak terhadap China karena mengusahakan hubungan perdagangan lebih mendalam.

Tobias Ellwood, ketua Komite Pertahanan di Parlemen menulis di Twitter bahwa pemerintah Inggris masih menganggap China bukan sebuah ancaman geo-strategis melainkan sebagai mitra perdagangan. [jm/mg]

Recommended

XS
SM
MD
LG