Tautan-tautan Akses

Lakukan Transaksi dengan Korut, Perusahaan Rusia dan China Terkena Sanksi AS


Kapal tanker Korea Utara Yu Jong 2 (kiri) dan Min Ning De You 078 melakukan pengisian bahan bakar di Laut China Timur, melanggar sanksi PBB atas Pyongyang (foto: ilustrasi).

Departemen Keuangan AS mengumumkan sanksi terhadap perusahaan Rusia dan China hari Rabu (15/8), karena melanggar embargo ekonomi terhadap Korea Utara, ketika Amerika berusaha menekan Korea Utara atas program nuklirnya.

Departemen Keuangan menuduh Dalian Sun Moon Star International Logistics Trading Co yang berpusat di Hong Kong dan afiliasinya yang berkantor di Singapura, SINSMS Pte., memalsukan dokumen untuk memudahkan pengiriman alkohol dan rokok ke Korea Utara.

Pengiriman itu membantu apa yang dituduh Departemen Keuangan sebagai perdagangan besar yang "terlarang" terhadap yang menghasilkan $ 1 miliar per tahun untuk rezim Korea Utara.

Departemen Keuangan itu juga memasukkan Profinet Pte yang berkantor di Rusia ke dalam daftar hitam, karena melanggar sanksi PBB dengan menyediakan layanan bongkar-muat dan pengisian bahan bakar kepada kapal berbendera Korea Utara yang kena sanksi, di tiga pelabuhan di Rusia timur.

Meskipun telah membuka pembicaraan langsung dengan Korea Utara, Amerika terus memberlakukan embargo perdagangan dengan Korea Utara untuk menekan negara itu agar mengakhiri program senjata nuklir rudal balistiknya.

Juru bicara Departemen Luar Negeri, Heather Nauert hari Selasa mengatakan, pembicaraan itu membuat kemajuan "ke arah yang benar," 11 minggu setelah Presiden Donald Trump mengadakan pertemuan dengan pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un di Singapura. [ps/al]

Recommended

XS
SM
MD
LG