Tautan-tautan Akses

Kunjungan PM Modi ke Israel, Pererat Hubungan India-Israel


PM India Narendra Modi di Ahmadabad, India, 30 Juni 2017. (AP Photo/Ajit Solanki)

25 tahun setelah menjalin hubungan diplomatik dengan Israel, India secara terbuka merangkul hubungan yang berkembang dengan Tel Aviv sewaktu Narendra Modi menjadi Perdana Menteri pertama India yang mengunjungi Israel, Selasa (4/7).

India yang secara tradisional merupakan pendukung perjuangan Palestina, secara diam-diam telah memupuk hubungan yang berkembang dengan Israel, namun menghindari kunjungan tingkat tinggi.

Pemimpin nasionalis Hindu India itu mengesampingkan kehati-hatian dan keraguan itu dengan mengadakan pembicaraan resmi dengan mitra Israelnya, Benjamin Netanyahu di Tel Aviv.

"Pemerintahan Modi tidak begitu terikat dengan pemikiran politik lama yaitu jangan membuat Arab kecewa atau tidak peduli dengan perjuangan bangsa Palestina atau dalam hal ini merayu sentimen Muslim India di dalam negeri," kata pakar urusan strategis, Bharat Karnad di Center for Policy Research di New Delhi.

Dalam komentar di surat kabar Indian Express, duta besar India untuk Israel, Pavan Kapoor menyebutnya "resmi keluar dari hubungan."

Bukan suatu kebetulan bahwa ini terjadi di bawah Modi, yang lama menjadi pengagum kuat keahlian militer dan teknis Israel.

Kemitraan pertahanan yang berkembang terletak pada inti kemajuan dalam hubungan bilateral. Israel telah muncul sebagai pemasok senjata terbesar ketiga India, setelah Rusia dan Amerika karena India menghabiskan miliaran dolar untuk program modernisasi angkatan bersenjata.

Israel juga merupakan sumber penting teknologi pertanian dan air, dan rencana yang sedang dilakukan Israel untuk membantu India meningkatkan ketahanan pangan dengan memperluas 26 balai pertanian di 15 negara bagian. [ps/al]

XS
SM
MD
LG