Tautan-tautan Akses

Kuba Cabut Pembatasan Pabean Terhadap Makanan dan Obat Setelah Protes


Kuba mencabut sementara pembatasan mengenai jumlah makanan dan obat-obatan yang dapat dibawa para pengunjung ke negara itu, Rabu, 14 Juli 2021. (Foto: ilustrasi/AP Photo/Ismael Francisco)

Kuba, Rabu (14/7), mengumumkan tentang pencabutan sementara pembatasan mengenai jumlah makanan dan obat-obatan yang dapat dibawa para pengunjung ke negara itu. Ini tampaknya merupakan konsesi kecil terhadap tuntutan pengunjuk rasa yang turun ke jalan-jalan akhir pekan lalu.

Ribuan orang bergabung dalam gelombang protes nasional karena kelangkaan bahan pokok, pembatasan terhadap kebebasan sipil dan penanganan pemerintah terhadap lonjakan infeksi COVID-19 pada hari Minggu. Ini adalah kerusuhan paling signifikan dalam beberapa puluh tahun belakangan di negara komunis tersebut.

Pemerintah menuding kerusuhan itu dilakukan “orang-orang kontrarevolusi” yang dibiayai AS yang mengeksploitasi kesulitan akibat embargo perdagangan AS selama puluhan tahun. Embargo tersebut diperketat oleh Washington di tengah-tengah pandemi, membuat ekonomi Kuba semakin terpuruk.

Bendera Kuba digantung di balkon sebuah rumah di pusat kota Havana, Kuba, 14 Juli 2021. (REUTERS/Alexandre Meneghini)
Bendera Kuba digantung di balkon sebuah rumah di pusat kota Havana, Kuba, 14 Juli 2021. (REUTERS/Alexandre Meneghini)

Beberapa negara dan PBB telah meminta pemerintah negara itu agar menghormati hak-hak rakyatnya untuk menyatakan pendapat. Negara-negara lain seperti Meksiko telah menyatakan cara terbaik untuk membantu rakyat Kuba adalah AS melonggarkan sanksi-sanksi itu.

Di Kuba, semakin banyak seniman terkenal, mulai dari band salsa Los Van Van hingga pianis jazz Chucho Valdes yang mengkritik cara penanganan pihak berwenang terhadap kerusuhan, seraya mendesak pihak berwenang agar menyimak tuntutan para demonstran, bukannya melawan mereka.

Penutupan internet sesekali yang menurut para aktivis dimaksudkan untuk meredam kerusuhan lebih lanjut telah mereda sedikit pada hari Rabu (14/7), meskipun akses ke media sosial dan layanan pesan singkat masih dibatasi.

Para pejabat menyalahkan kampanye di media sosial yang menggunakan tagar #SOSCuba yang menyerukan bantuan kemanusiaan sebagai pemicu protes, seraya menyatakan kampanye itu diluncurkan oleh orang-orang bayaran dukungan AS yang ingin menggoyahkan negara komunis tersebut.

Mereka membandingkan kampanye itu dengan upaya dukungan AS untuk mengirim bantuan ke Venezuela pada tahun 2019 yang berakhir dengan kekerasan di perbatasan Kolombia.

Namun salah satu tuntutan kampanye itu adalah agar pemerintah mencabut restriksi cukai terhadap produk makanan, obat dan kebersihan yang kurang di negara itu di tengah-tengah krisis terburuknya sejak keruntuhan bekas sekutunya, Uni Soviet.

PM Manuel Marrero pada hari Rabu (14/7) juga mengatakan bahwa pemerintah akan mencabut pembatasan itu mulai Senin pekan depan hingga akhir tahun ini. [uh/ab]

Lihat komentar

Recommended

XS
SM
MD
LG