Tautan-tautan Akses

Kreasi Pengungsi Palestina Tampil di Film-film Hollywood


Seorang wanita melihat-lihat pakaian dalam koleksi Charles Nolan di department store Lord & Taylor di New York, Selasa, 30 Oktober 2007. (Foto: AP/Kathy Willens)

Bagaimana seorang mantan pialang saham Italia bergabung dengan para pengungsi Palestina yang tinggal di kamp termiskin di Yordania? Jawabannya lewat kreasi yang dihasilkan para pengungsi tersebut. Mereka menciptakan kreasi yang menarik, seperti selendang, tas jinjing, dan barang-barang rumah tangga dengan merek mewah yang dijual di toko-toko modis seperti Harrods di London.

Para perajin yang pengungsi itu juga membuat sulaman anggun yang ditampilkan dalam film produksi Hollywood, "Mary Magdalene." Film tersebut dibintangi Rooney Mara dan Joaquin Phoenix.

Di dalam sebuah sanggar kerja atau di sana disingkat SEP, sekitar 350 perempuan Palestina berkumpul. Banyak yang bekerja dari rumah, sementara yang lain datang ke sanggar itu. Mereka menyulam dan membuat tas jinjing, bantal, handuk dan tas pantai, serta berbagai aksesoris dengan warna yang indah untuk pasar kalangan atas, seperti dijelaskan oleh manajer proyek Nawal Aradeh.

Samiha Jeheshat, menampilkan thobe Palestina berbordir buatan tangan di ruang pamernya di desa Tepi Barat Idna, utara Hebron. (Foto: AP/Nasser Nasser)
Samiha Jeheshat, menampilkan thobe Palestina berbordir buatan tangan di ruang pamernya di desa Tepi Barat Idna, utara Hebron. (Foto: AP/Nasser Nasser)

Aradeh mengatakan, sekitar 150 barang selesai dikerjakan dalam seminggu. Ia menunjukkan apa yang dia katakan, hasil terbaru mereka: syal kasmir bersulam indah.

Rekan Nawal, Asma Aradeh, 37 tahun, pertama kali menyulam dan sekarang ia menangani bagian pengawasan mutu. Ia dan perempuan lainnya dilahirkan dan dibesarkan di kamp itu dan menggambarkan kehidupan sehari-hari di sana "sulit."

Sebagian besar pengungsi perempuan itu telah berlatih menyulam sejak mereka kecil dan terus melakukannya sampai dewasa, katanya. Kamp di Jordan juga memberi pelatihan dua hingga tiga bulan untuk menyempurnakan keterampilan mereka. Menyulam adalah pekerjaan yang santai, katanya menambahkan bahwa menyulam bisa menghilangkan stress sambil kita membuat setiap jahitan; itu juga membantu untuk berkonsentrasi.

Karya halus para perempuan pengungsi itu dijual di Harrods dan juga menarik perhatian perancang busana pemenang penghargaan Academy Award, Jacqueline Durran. Ia menugaskan penghuni kamp di Jordan itu untuk menyulam pakaian yang digunakan dalam film Hollywood, Mary Magdalene. Hal tersebut merupakan kebahagiaan besar melihat para pemain film mengenakan pakaian yang dibuat oleh perempuan, katanya.

Bagi kamp pengungsi, untuk mencapai Hollywood adalah keberhasilan dan pencapaian besar. Kebanyakan orang bahkan tidak tahu kamp Gaza ada di Yordania. Nawal mengatakan, dia merasa kamp Jordan itu memperkenalkan mereka ke dunia!

CEO SEP Jordan, Roberta Ventura mengatakan para perempuan itu melakukan proyek ini karena tahu perusahaan memerlukannya untuk jangka panjang, tidak seperti kelompok-kelompok bantuan yang datang dan pergi dari kamp pengungsi. Dia mengatakan itu juga membantu perempuan mengenali diri mereka melalui merek barang yang mereka jual. [ps/ii]

Lihat komentar

XS
SM
MD
LG