Tautan-tautan Akses

Korut Luncurkan Lagi Misil Balistik, Uji Coba Kedua dalam Sepekan


Stasiun televisi Korea Utara, KRT, menayangkan berita terkait peluncuran misil Korea Utara, Hwasong-12, dari lokasi yang tidak disebutkan. (KRT via AP Video).

Korea Utara melakukan uji coba peluncuran misil balistik jarak dekat lagi Senin (29/5) pagi, beberapa hari setelah kelompok G-7 menyerukan agar Pyongyang meninggalkan ambisi senjata nuklirnya.

Komando Pasifik Amerika mengatakan peluncuran itu dilakukan di dekat kota Wonsan di pantai timur Korea Utara. Komando Pasifik melacak misil itu selama enam menit sebelum misil jatuh di perairan Laut Jepang, dalam zona ekonomi eksklusif Jepang.

Menurut Komando Pasifik misil itu tidak menjadi ancaman bagi wilayah Amerika Utara. Tetapi Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe yang marah berjanji akan mengambil tindakan.

“Bekerjasama dengan Amerika Serikat, kami akan mengambil tindakan spesifik untuk menangkal Korea Utara,” kata Abe melalui televisi Jepang.

Pemerintahan Trump, meskipun mengeluarkan pernyataan keras terhadap Korea Utara dan pemimpinnya Kim Jong Un, belum mengumumkan kebijakan mengenai cara menanggapi ujicoba peluncuran misil Korea Utara itu.

Menteri Pertahanan James Mathis hari Minggu memperingatkan bahwa jika tidak dapat ditemukan solusi diplomatik untuk menyelesaikan situasi dengan Korea Utara “akan terjadi perang yang mengerikan jika situasi berkembang menjadi pertempuran.”

“Rezim Korea Utara memiliki ratusan senjata artileri dan peluncur roket yang dapat menjangkau salah satu kota berpenduduk paling padat di dunia, yaitu ibukota Korea Selatan,” kata James Mathis dalam acara televisi Face the Nation.

“Rezim ini merupakan ancaman terhadap kawasan, terhadap Jepang, Korea Selatan, dan jika pecah perang, mereka juga akan menimbulkan bahaya terhadap China dan Rusia,” tambahnya.

Menurut Menteri Mathis, konflik dengan Korea Utara mungkin akan menjadi pertempuran paling mengerikan dalam hidup sebagian besar orang.

Ini adalah uji coba peluncuran misil kedua yang dilakukan Korea Utara dalam sepekan, beberapa hari setelah Dewan Keamanan PBB mengancam akan memberlakukan sanksi tambahan dan para pemimpin kelompok G-7 mengecam keras Korea Utara karena melakukan ujicoba peluncuran sebelumnya. Korea Utara tampaknya bertekad mengembangkan misil yang dapat membawa kepala peluru nuklir yang dapat mencapai wilayah daratan Amerika Serikat. Namun hampir mustahil untuk mengetahui seberapa jauh kemajuan yang telah dicapai menuju sasaran itu.

Selain mengancam akan memberlakukan sanksi-sanksi baru, Amerika telah mengerahkan sebuah satuan Angkatan Laut ke lepas pantai Semenanjung Korea untuk melakukan latihan militer gabungan bersama Angkatan Laut Korea Selatan sebagai peringatan terhadap Korea Utara. [ds]

XS
SM
MD
LG