Tautan-tautan Akses

Korut Inginkan Sanksi Dilonggarkan Sebelum Memberi Konsesi


Pemimpin Korea Utara Kim Jong-n (dua dari kanan) memotong pita menandai selesainya pembangunan kota mandiri Samjiyon, 2 Desember 2019. (Foto: STR/berbagai sumber/AFP)

Korea Utara, Selasa (3/12) mengeluarkan peringatan terbarunya bahwa tenggat akhir tahun yang ditetapkannya terhadap AS untuk menawarkan konsesi dalam pembicaraan nuklir semakin dekat.

Dalam pernyataan yang dimuat media pemerintah, wakil menteri luar negeri Korea Utara yang menangani masalah AS, Ri Thae Song, mengatakan, “semuanya terserah AS, hadiah Natal apa yang akan dipilih untuk didapatkannya.”

Ri juga mengkritik upaya-upaya AS untuk melakukan lebih banyak lagi pembicaraan dengan Korea Utara, dengan mengatakan dialog semacam itu hanyalah “trik tak berharga” untuk kepentingan politik.

Perundingan nuklir macet sejak Februari lalu, dengan Korea Utara menginginkan pelonggaran sanksi-sanksi sebelum mengakhiri salah satu kapabilitas nuklirnya, jalur yang ditolak AS sejauh ini.

Peringatan hari Selasa ini merupakan pernyataan terselubung terbaru yang dikemukakan para pejabat Korea Utara menjelang tenggat yang ditetapkan pemimpin Kim Jong-un.

Pekan lalu, Korea Utara melakukan peluncuran keempat pada tahun ini apa yang disebutnya “sistem peluncur roket ganda superbesar,” dan memperingatkan dalam waktu dekat Korea Utara mungkin meluncurkan “misil balistik sungguhan” di sekitar Jepang.

Korea Utara terakhir kali menguji coba misil balistik antarbenua (ICBM) pada November 2017, dan uji coba nuklir pada September 2017.

Pada April 2018, Kim mengumumkan moratorium mengenai ICBM dan uji coba nuklir yang ditetapkannya sendiri, seraya menyatakan bahwa Korea Utara tidak lagi memerlukan tes semacam itu.

Baru-baru ini para pejabat Korea Utara mengeluarkan peringatan bahwa penghentian sementara uji nuklir dan ICBM negara itu ditetapkannya sendiri dan dapat dibatalkan. [uh/ab]

Lihat komentar

Recommended

XS
SM
MD
LG