Tautan-tautan Akses

Korea Utara akan Adakan Sidang Parlemen Pertama Tahun Ini


Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un saat memeriksa pasukan Angkatan Laut Korea Utara di Pyongyang (4/4).
Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un saat memeriksa pasukan Angkatan Laut Korea Utara di Pyongyang (4/4).

Minggu ini Korea Utara menyelenggarakan sidang parlemennya yang pertama tahun ini, yang bisa menjadi indikasi seberapa jauh kekuasaan Kim Jong Un dan kestabilan rejim itu di sana.

Minggu ini Korea Utara menyelenggarakan sidang parlemennya yang pertama tahun ini. Peristiwa ini dipandang luas sebagai cara untuk memberi kesan bahwa penguasa otoriter Kim Jong Un tampak mendapat dukungan demokratis. ​

Sidang ketiga Dewan Rakyat Tertinggi Republik Rakyat Demokratis Korea akan dihadiri 687 orang anggotanya. Sidang legislatif ini sudah diatur sebelumnya. Para delegasi menyetujui semua mosi tanpa melalui debat.

Penampilan megah itu dirancang untuk memamerkan kekuasaan dan penghormatan pada Kim Jong Un, generasi ketiga pimpinan tertinggi negara itu.

Tapi tidak banyak diketahui bagaimana kekuasaan sesungguhnya dijalankan dan keputusan di buat dalam rejim yang tertutup dan totaliter ini.

Tapa para analis dan badan-badan intelijen asing mempelajari sidang umum ini untuk menelaah siapa yang mungkin bertambah kuat dan bagaimana kemungkinan mereka mempengaruhi perkembangan ekonomi dan kebijakan keamanan.

Ahn Chan-il, seorang pembelot Korea utara dan kepala World Institute untuk studi-studi mengenai Korea Utara mengatakan Kim Jong Un baru-baru ini menunjuk para pemimpin militer dan partai yang lebih tua yang terlibat dengan kebijakan pembangunan nuklir ayahnya. Langkah itu membuktikan Kim tidak mampu melaksanakan reformasi yang semula akan dijalankannya.

Chan Il mengatakan dalam berbagai proyek pembangunan besar, pengembangan senjata nuklir dan pengaturan militer yang strategis, rejim Kim Jong Un mungkin berusaha menjauhi politik yang mengutamakan militer. Tapi ia tidak bisa dan masih bergerak di bidang yang sama.

Jang Jin-seong juga seorang pembelot Korea Utara dan profesor di Universitas Leiden di Belanda yakin King Jong Un terjebak dalam struktur kekuasaan yang dibuat oleh ayahnya.

Menurutnya, Kim Jong Il adalah pemimpin yang menjadi diktator atas usaha sendiri sedangkan Kim Jong Un adalah penggantinya berdasarkan keturunan. Ini perbedaan yang sangat besar.

Acara besar seperti Sidang Umum Dewan Rakyat adalah bagian dari upaya propaganda ekstensif untuk membangun kultus kepribadian orang-orang di sekitar keluarga Kim, dan menggambarkan pemimpinnya sebagai sosok sempurna seperti dewa. Jang Jin Seong mengatakan makin banyak orang yang menganggap pemimpin generasi ketiga ini tidak hebat seperti para pendahulunya.

Menentukan apa yang sebenarnya dianggap masalah bagi pejabat tinggi hampir mustahil di negara totaliter itu.

Hanya segelintir orang asing diijinkan berkunjung ke Korea Utara dan hampir tidak ada kesempatan bagi orang asing untuk secara informal membahas topik-topik politik dengan pejabat Korea Utara.

Recommended

XS
SM
MD
LG