Tautan-tautan Akses

Korsel Berupaya Jaga Rahasia Perdagangannya dari China


Seorang model berdiri di samping layar lebar Samsung di sebuah pameran internasional di Shanghai, 6 November 2018.

Keunggulan Korea Selatan dalam industri teknologi canggih telah membuatnya menjadi target yang menarik bagi saingannya, China, yang ingin meningkatkan kemampuannya di sejumlah bidang teknologi, termasuk semikonduktor, layar komputer dan pembuatan kapal.

Berbagai macam metode digunakan oleh China, mulai dari upaya yang cukup bersahabat dalam merekrut pekerja terampil sampai praktik yang lebih jahat, termasuk menyuap warga Korea Selatan untuk membocorkan rahasia dagang dan secara ilegal meretas sistem komputer perusahaan.

Upaya perekrutan seringkali sangat memikat. Situs lowongan kerja Korea Selatan dipenuhi dengan iklan dari perusahaan China dengan kalimat seperti "biaya hidup dan pendidikan anak-anak ditanggung," atau "kontrak dua tahun dengan gaji dan bonus yang kompetitif."

“Pada dasarnya, gaji tahunan akan berlipat ganda,” jelas seorang pengusaha di perusahaan semikonduktor Korea Selatan, yang sering bepergian antara Beijing dan Seoul, dan meminta namanya dirahasiakan demi alasan keamanan pribadi.

“Misalnya, tidak ada cukup pekerja dalam desain papan sirkuit di China. Jadi, mereka akan memasang iklan lowongan kerja yang menawarkan kontrak dua tahun, dengan gaji dua kali lipat dari rata-rata gaji designer di Korea Selatan. Perumahan dan pendidikan untuk anak-anak juga akan ditanggung.”

Pengusaha itu mengatakan perusahaan China umumnya membatasi tawaran pekerjaan dengan kontrak selama dua tahun. "Setelah mereka mempelajari segalanya, mereka akan mengakhiri kontrak dan mencari pekerja lain yang mereka butuhkan."

Organisasi berita keuangan Nikkei Jepang telah melaporkan pembuat layar China, BOE telah mempekerjakan sekitar 120 warga Korea Selatan. https://asia.nikkei.com/Business/Business-Spotlight/Samsung-races-to-guard-its-secrets-as-China-rivals-close-in BOE sudah bertahun-tahun bersaing untuk memperoleh bisnis iPhone Apple.

Perekrutan itu termasuk 50 lebih mantan insinyur Samsung yang memimpin pengembangan layar OLED untuk iPhone.

Nikkei juga melaporkan setidaknya 62 nama Korea Selatan muncul dalam paten yang diajukan oleh perusahaan semikonduktor China SMIC, yang masuk dalam daftar perusahaan yang dilarang oleh pemerintah Amerika. [my/em]

Recommended

XS
SM
MD
LG