Tautan-tautan Akses

Korea Selatan Uji Misil Balistik Kapal Selam Pertama


Upacara peresmian Ahn Chang-ho, kapal selam 3.000 ton bertenaga diesel yang dikembangkan secara lokal, di pulau selatan Geoje, 13 Agustus 2021. (Handout/Kementerian Pertahanan Korsel/ AFP)

Korea Selatan berhasil melakukan uji coba peluncuran misil balistik kapal selam, Rabu (15/9), sehingga menjadikannya negara ketujuh di dunia dengan teknologi canggih tersebut.

Gedung Biru, atau Kantor Kepresidenan Korea Selatan mengungkapkan, sebuah misil ditembakkan di bawah air dari kapal selam Ahn Chang-ho yang baru dioperasikan, dan misil itu terbang sejauh yang direncanakan sebelum mencapai targetnya. Presiden Moon Jae-in mengawasi uji coba tersebut.

Korea Selatan telah meningkatkan kemampuan militernya dalam usaha melawan ancaman yang mungkin ditimbulkan oleh Korea Utara yang memiliki senjata nuklir.

Korea Selatan juga berusaha untuk mengamankan transfer kendali operasional dari AS atas pasukannya di masa perang, sesuai persyaratan aliansi mereka.

Semua negara lain, dengan kemampuan misil balistik kapal selam (SLBM) yang terbukti, memiliki senjata nuklir sendiri.

Memiliki SLBM "sangat berarti dalam hal mencegah ancaman dari segala arah", kata Gedung Biru.

“Kemampuan ini diharapkan memainkan peran utama dalam pertahanan nasional yang mandiri dan pembentukan perdamaian di Semenanjung Korea ke depan,” tambahnya.

Ahn Chang-ho adalah kapal selam seberat 3.000 ton dan bertenaga diesel. Kapal yang dikembangkan secara lokal itu baru mulai beroperasi bulan lalu. Nama kapal itu dipilih sesuai nama seorang aktivis kemerdekaan Korea Selatan yang sangat dihormati.

Awal tahun ini pemerintahan Biden menghapus pembatasan yang telah diberlakukan oleh Washington selama 42 tahun yang mencegah Korea Selatan mengembangkan misil dengan jangkauan lebih jauh dari 800 kilometer.

Sementara itu, Korea Utara telah lama berusaha mengembangkan teknologi misil balistik kapal selam. Negara yang mengucilkan diri itu telah memamerkan empat perangkat tersebut pada parade militer yang diawasi oleh pemimpin Kim Jong Un pada bulan Januari. Media pemerintah KCNA menyebut misil balistik kapal selam Korea Utara senjata paling kuat di dunia.

Namun, sementara Korea Utara memamerkan gambar peluncuran misil dari bawah laut, para analis meyakini bahwa misil itu sebetulnya ditembakkan dari platform tetap atau tongkang bawah laut, bukan dari kapal selam. [ab/uh]

Lihat komentar

Recommended

XS
SM
MD
LG