Tautan-tautan Akses

Korban Badai di Filipina Selatan Jadi 9 Tewas


Rumah warga di Jaboanga, provinsi Agusan del Sur, Mindanao, Filipina rusak pasca dilanda banjir akibat badai Sanba di Filipina, Selasa (13/2).

Jumlah korban tewas akibat badai tropis yang melanda Filipina meningkat menjadi sembilan orang, kata sejumlah pejabat Rabu (14/2), sementara sejumlah orang dari ribuan yang mengungsi kembali ke rumah mereka setelah banjir surut.

Kantor pertahanan sipil Mindano mengatakan, banjir bandang dan longsor akibat Badai Tropis Sanba menghantam pulau utama di Filipina selatan itu hari Selasa dan menewaskan delapan orang – dua kali lipat dari angka yang dilaporkan sebelumnya.

“Banjir pada umumnya telah mereda dan sekarang semua jalanan bisa dilalui namun masih ada dua orang yang dinyatakan hilang akibat banjir, "kata pejabat pertahanan sipil Mark Yap kepada AFP melalui telepon dari kota Butuan.

Seorang bayi juga meninggal di pulau Leyte, Filipina tengah, setelah sebuah rumah terkubur akibat longsoran salju, menurut kantor pertahanan sipil setempat. Sanba memaksa lebih dari 21.000 orangi, kebanyakan dari pantai timur Mindanao, mengungsi, kata kantor pertahanan sipil di Manila. Namun Yap mengatakan banyak yang sudah kembali ke rumah mereka.

Negara kepulauan ini rata-rata dihantam 20 badai atau topan setiap tahunnya, dan beberapa di antaranya menelan korban jiwa.

Rekor badai paling mematikan dalam sejarah negara tersebut adalah Super Topan Haiyan yang mengakibatkan lebih dari 7.350 orang meninggal atau hilang di Filipina tengah pada November 2013. [mg/ab]

XS
SM
MD
LG