Tautan-tautan Akses

Konsumsi Video Daring di Vietnam Tertinggi di Asia Tenggara


Warga Vietnam menggunakan Internet di sebuah kafe di Hanoi. (Foto: Dok)
Warga Vietnam menggunakan Internet di sebuah kafe di Hanoi. (Foto: Dok)

Survei menemukan bahwa 91 persen pengguna Internet di Vietnam menggunakannya untuk menonton video setidaknya seminggu sekali.

Tahun lalu, Phuong Nghi membeli ponsel pintar karena orangtuanya menolak membelikannya. Mungkin alasan orangtuanya tepat: Nghi tidak berpikir dua kali ketika ditanya berapa jam yang ia habiskan menonton video di ponselnya.

"Delapan jam," ujarnya. Per hari.

Orangtua Nghi khawatir ia akan menjadi seperti jutaan anak muda Vietnam lainnya yang kecanduan elektronik dan Internet.

"Ibu saya takut saya akan terlalu sering menggunakannya, dan itu tidak baik untuk saya," ujar mahasiswi jurusan farmasi itu, sambil menarik ponsel Samsung warna putih berhiaskan gambar kucing.

Banyak orang Vietnam lainnya menggunakan Internet untuk menonton video. Perusahaan riset konsumen, Nielsen, melaporkan minggu lalu bahwa 91 persen dari semua pengguna Internet di Vietnam masuk ke Internet untuk menonton video setidaknya seminggu sekali.

Hal itu meletakkan Vietnam di tempat teratas dalam hal menonton video di Internet di enam negara Asia Tenggara.

Indonesia, Filipina dan Thailand memiliki persentase 80an, sementara Malaysia 67 persen dan Singapura 56 persen.

Selain menonton banyak video, orang Vietnam juga senang melakukan banyak hal dalam satu waktu. Nielsen melakukan survei pada "konsumen digital" yang memiliki beberapa alat elektronik -- dari ponsel pintar sampai komputer dan TV pintar -- dan menemukan bahwa dibandingkan dengan negara lain di wilayah ini, orang-orang Vietnam sering menggunakan tiga alat secara simultan.

Tingkat penggunaan tiga layar Vietnam adalah 84 persen. Nielsen mengatakan dalam rilis persnya bahwa ini adalah bagian dari sebuah tren di Asia yang ditandai oleh "peningkatan konsumsi konten video daring."

"Para konsumen menggunakan pilihan bagaimana, kapan dan di mana mereka dapat mengambil konten dan lebih aktif dalam kebiasaan media daripada sebelumnya," ujar Nancy Jaffe, direktur lintas sarana Nielsen Asia Tenggara.

Konsumsi video daring di Vietnam ini terjadi meski ada pembatasan Internet dan media secara keseluruhan. Hal itu terjadi karena situs-situs seperti YouTube dan Facebook memungkinkan orang untuk mengunggah video di luar jangkauan sensor pemerintah Vietnam. (VOA/Lien Hoang)

XS
SM
MD
LG