Tautan-tautan Akses

AS

Kongres AS Puji Penangkapan Assange 


Pendiri WikiLeaks Julian Assange (tengah) di dalam mobil van polisi, meninggalkan pengadilan di London, Inggris, Kamis (11/4).

Sejumlah anggota Kongres hari Kamis (11/4) memuji penangkapan pendiri WikiLeaks, Julian Assange, di Inggris, dan mendesak agar diekstradisi secepatnya ke Amerika untuk menghadapi sejumlah dakwaan.

“Sudah saatnya,” ujar senator faksi Republik dari negara bagian Texas John Cornyn kepada VOA. “Saya senang akhirnya ia akan dibawa ke pengadilan.”

“Terima kasih Tuhan,” ujar senator faksi Demokrat dari negara bagian West Virginia Joe Machin. “Ini diperlukan, sangat dibutuhkan. Saya berterima kasih pada teman-teman kita di Inggris.”

Assange ditangkap setelah Ekuador mengakhiri suaka selama tujuh tahun di Kedutaan Besar Ekuador di London. Di Amerika, Assange dituduh ikut serta dalam konspirasi peretasan komputer yang mengarah pada sejumlah besar informasi rahasia yang diungkapkan di WikiLeaks.

Situs itu juga mempublikasikan sejumlah besar email yang diretas dari tim kampanye calon presiden Partai Demokrat tahun 2016, Hillary Clinton, fakta yang digarisbawahi oleh senator faksi Demokrat Richard Blumenthal dari negara bagian Connecticut. “Ia seharusnya diekstradisi dan diadili di sini,” ujar Blumenthal. ‘’Ia harus diadili atas perannya dalam campur tangan Rusia pada pemilu kita, dan semakin cepat semakin baik.”

Sejauh ini Departemen Kehakiman Amerika telah membatasi ruang lingkup tuduhan terhadap Assange pada kepemilikan informasi sensitif secara ilegal. Eksekutif WikiLeaks yang lahir di Australia itu telah menggambarkan dirinya sebagai “whistleblower,” yang ditolak oleh anggota Kongres dari kedua faksi.

Mantan presiden Ekuador, Rafael Correa
Mantan presiden Ekuador, Rafael Correa

Sementara itu, mantan presiden Ekuador Rafael Correa menuduh pemimpin saat ini, yaitu Presiden Lenin Moreno, telah membalas dendam terhadap Julian Assange atas publikasi dokumen-dokumen yang menuduh keterlibatan Moreno dalam korupsi.

Correa, yang memimpin negara di Amerika Latin itu ketika Assange mendapat suaka politik di Kedutaan Ekuador di London, hari Kamis (11/4) mengatakan keputusan untuk mencabut suaka bagi Assange sebagai ‘’keputusan pengecut.’’

Dalam serangkaian pernyataan di Twitter, Correa mengecam Moreno karena mengijinkan otorita Inggris menangkap Assange; dan mengaitkannya dengan pengungkapan rekening bank luar negeri yang diduga terkait dengan keluarga dan teman-teman Moreno oleh WikiLeaks.

Correa mengatakan keputusan itu ‘’tidak akan pernah dilupakan oleh seluruh umat manusia." (em)

XS
SM
MD
LG