Tautan-tautan Akses

Komunitas Kristen Kirkuk Menyusut di Tengah Ketidakpastian


Umat Kristen Irak menghadiri misa malam Natal di Gereja Katolik Chaldean di utara kota Kirkuk, 24 Desember 2016. (Marwan IBRAHIM / AFP)

Komunitas Kristen di kota Kirkuk, Irak menyusut tajam dalam beberapa tahun terakhir karena banyak orang yang pindah ke luar negeri.  Warga Kristen mengatakan mereka merasa terdorong untuk meninggalkan kota itu di tengah-tengah suramnya prospek lapangan pekerjaan dan kurangnya perasaan aman.

Komunitas Kristen di Kirkuk, menyusut drastis dalam beberapa tahun terakhir di tengah-tengah ketidakstabilan dan ketidakpastian di Irak.

Ayad Toma, seorang pendeta dari gereja lokal mengatakan,​ "Warga Kristen menyukai ketertiban dan hukum. Warga Kristen ingin hidup dengan damai namun karena kekacauan yang terjadi di negara ini, lemahnya pemerintah yang sedang berkuasa dan campur tangan asing, maka terjadi banyak penganiayaan terhadap warga Kristen. Karena tidak adanya hukum, dan kurangnya keamanan dan keselamatan, banyak warga Kristen meninggalkan Irak."

Warga Kristen di Irak pernah menjadi minoritas yang cukup besar dengan jumlah sekitar 1,4 juta jiwa. Namun jumlah mereka mulai menurun di tengah gejolak pasca-2003 ketika militan Sunni kerap menarget warga Kristen.

Anak-anak memegang lilin saat menghadiri misa malam Natal di sebuah gereja di Kirkuk, Irak, 24 Desember 2015. (REUTERS/Ako Rasheed)
Anak-anak memegang lilin saat menghadiri misa malam Natal di sebuah gereja di Kirkuk, Irak, 24 Desember 2015. (REUTERS/Ako Rasheed)

Kini generasi muda Kristen merasa tidak memiliki masa depan di negara mereka, kata Naziha Issacs, warga perempuan Kristen dari Kirkuk. "Kami menginginkan sebuah solusi bagi Irak, sebuah solusi bagi warga Kristen di Irak, sebuah solusi bagi generasi muda kami sehingga mereka dapat mengharapkan masa depan mereka. Mereka dapat menemukan peran mereka bagi negara ini. Kini tidak ada lapangan pekerjaan dan mereka kini hanya seperti tubuh tanpa jiwa. Tidak ada yang dapat mereka pertahankan."

Warga Kristen mendapat pukulan lebih jauh ketika ISIS pada tahun 2014 menyapu Irak bagian utara, termasuk kota-kota yang menurut tradisi berpenduduk warga Kristen di dataran Niniwe.

Komunitas Kristen Kirkuk Menyusut di Tengah Ketidakpastian di Irak
mohon tunggu

No media source currently available

0:00 0:03:54 0:00

Kaum ekstremis Islamis itu memaksa warga untuk melarikan diri ke wilayah tetangga Kurdi atau yang lebih jauh.

Sedikit dari mereka yang telah kembali. Perkiraan memperlihatkan kurang dari 300.000 warga Kristen yang masih tinggal di Irak dan banyak di antaranya yang masih mengungsi dari tempat tinggal mereka.

Mereka yang kembali mendapati rumah-rumah dan gereja yang hancur. Kebanyakan dari mereka merasa diintimidasi oleh milisi Syiah yang menguasai sebagian kawasan.

Misa di gereja St. Joseph Chaldean di Kirkuk, Irak, pada hari pembukaan kembali gereja tersebut, 31 Oktober 2014. (AFP)
Misa di gereja St. Joseph Chaldean di Kirkuk, Irak, pada hari pembukaan kembali gereja tersebut, 31 Oktober 2014. (AFP)

Karam Gerges, seorang mahasiswa pengungsi dari kota Bartella di Dataran Niniwe, mengatakan,​ "Mereka mengambil rumah dan daerah kami. Kami termasuk di antara orang-orang yang rumahnya terbakar habis dan kami belum kembali ke sana sejak itu. Saya kuliah di kota Kirkuk dan tidak ada lapangan pekerjaan atau pun pekerjaan. Saya termasuk salah satu yang akan segera lulus dan mendapati tidak ada lapangan pekerjaan di pemerintahan. Saya mungkin terpaksa pergi ke luar negeri di masa depan untuk mencari nafkah dan mendapatkan peluang kerja, jadi saya dapat menjamin masa depan saya di sana."

Warga Kristen Irak, yang kehadirannya sudah ada sejak zaman sejarah Yesus, termasuk ke dalam sejumlah denominasi. Denominasi terbesarnya adalah Katolik Kaldea, bersama Katolik Syria, Asyur dan sejumlah gereja Ortodok. [lj/uh]

Lihat komentar (1)

Forum ini telah ditutup.
XS
SM
MD
LG