Tautan-tautan Akses

Kompetisi Memakaikan Baju Jenazah untuk Pengurus Pemakaman di Jepang


Seorang pengurus pemakaman sedang memakaikan baju ke seorang model dalam sebuah kompetisi pengurusan pemakaman di Tokyo, Jepang, 24 Agustus 2017

Seorang peserta pengurus pemakaman berusia 23 tahun memenangkan sebuah lomba di pameran pemakaman terbesar Jepang pada Kamis (24/8). Lomba tersebut menguji keterampilan kuno dalam upacara ritual memakaikan baju jenazah.

“Saya berlatih setiap hari untuk mempersiapkan diri dalam lomba ini,” kata Rino Terai setelah mengalahkan 3 finalis lain seperti dilaporkan kantor Reuters.

“Saya merekam diri saya dan membuat perbaikan-perbaikan dengan bertanya kepada diri saya sendiri, apakah ini sudah terlihat bagus? Apakah saya sudah memperlakukan jenazah dengan baik?”

Agama Shinto Jepang percaya bahwa jiwa itu tidak murni sesaat setelah kematian dan proses memakaikan baju jenazah – yang biasanya dilakukan hanya di depan kerabat terdekat – memurnikan roh yang meninggal sebelum dikirim ke “dunia lain”.

Tingginya kelompok lanjut usia dalam masyarakat Jepang telah meningkatkan permintaan terhadap pengurus pemakaman yang memiliki keterampilan khusus, kata Kimura Kouki, Kepala Akademi Okuribito.

“Ada sekitar 2.000 pengurus jenazah yang terampil dalam memakaikan baju jenazah, namun keahliannya sangat bervariasi,” kata dia.

“Saya ingin kompetisi ini menjadi cara untuk memacu para pengurus pemakaman dalam meningkatkan keahlian mereka.”

Empat peserta lomba, memakaikan baju kepada orang-orang sukarelawan yang terbaring di atas matras yang sudah diatur di panggung. Mereka dinilai oleh tiga juri, saat musik pemakaman diputar dengan lembut sebagai latar.

Mereka berempat dinilai dari keanggunan gerak dan kemampuan mereka dalam memakaikan baju ke tubuh sukarelawan, tanpa terlalu memperlihatkan tubuh yang terbuka.

“Pergerakan tangan mereka sangatlah indah,” kata Akane Matsuda setelah menonton perlombaan.[aa/fw]

XS
SM
MD
LG