Tautan-tautan Akses

AS

Klaim Tunjangan Pengangguran AS Tetap Tinggi


Warga AS antre untuk mendaftar tunjangan pengangguran di Frankfort, Kentucky (foto: dok).

Departemen Tenaga Kerja AS, Kamis (10/8) melaporkan 840.000 pekerja mengajukan tunjangan pengangguran minggu lalu, sedikit perbaikan dari minggu sebelumnya namun pandemi virus corona masih terus mendatangkan malapetaka di pasar tenaga kerja Amerika.

Jutaan pekerja tetap menganggur dengan 8,1% tingkat pengangguran dan ekonom menyatakan angka tersebut tetap tinggi selama berbulan-bulan. Hanya sekitar setengah dari 22 juta pekerjaan AS yang hilang akibat pandemi COVID-19 telah pulih.

Klaim awal mingguan tunjangan pengangguran stabil di bawah 900.000 dalam beberapa minggu terakhir, akan tetapi jumlahnya berfluktuasi dari minggu ke minggu.

Angka klaim mingguan baru-baru ini jauh di bawah rekor 6,9 juta tunjangan pengangguran yang diberikan pada akhir Maret 2020 ketika virus corona melanda Amerika Serikat namun tetap di atas tingkat pra-pandemi yang tertinggi dalam sejarah sejak tahun 1960-an.

Sejumlah pemilik bisnis AS kembali mempekerjakan jutaan warga yang di-PHK selama penutupan bisnis awal tahun 2020, tetapi pukulan keras terhadap beberapa bisnis memperlambat pemulihan operasional atau ditutup secara permanen. Ini mengakibatkan sejumlah pekerja menganggur atau mencari pekerjaan baru.

Selama pandemi terburuk, tingkat pengangguran mencapai 14,7% pada bulan April 2020.

Kepala Staf Gedung Putih Mark Meadows, Rabu (7/10) menyatakan Kongres dan pemerintahan Trump tidak mungkin mencapai kesepakatan dalam undang-undang terkait paket bantuan COVID-19 yang komprehensif.

Meadows menjelaskan pemerintah lebih memilih pendekatan bertahap sekaligus ditambahkannya, pembicaraan berakhir satu hari setelah Presiden Trump menghentikan negosiasi itu hingga pemilihan 3 November selesai.

Pelosi mengemukakan preferensi upaya pengelompokkan bersama respon virus corona daripada menangani pandemi dengan beberapa produk legislatif yang terpisah-pisah. Pelosi, Selasa menyatakan DPR akan menyetujui lebih banyak undang-undang tentang pemberian bantuan, meskipun Trump menolak untuk bernegosiasi.

Dalam beberapa pekan terakhir, Pelosi bertemu dengan Menteri Keuangan Steve Mnuchin dan beberapa pejabat pemerintahan lainnya saat kedua belah pihak berupaya menemukan titik temu dalam proposal anggaran pengeluaran masing-masing.

Selain perbedaan pada elemen masing-masing, kedua belah pihak tetap berbeda jauh pada jumlah total pembiayaan. Pejabat pemerintahan Trump bersedia menaikkan sampai sekitar $ 1,6 triliun sementara Demokrat berencana mengurangi angka dalam proposal awal yang diajukan menjadi sekitar $ 2,2 triliun anggaran pengeluaran.

Sebuah kompromi meskipun angka akhirnya berada pada kisaran bawah belanja, masih akan menghadapi suatu ketidakpastian di Senat AS, di mana sejumlah anggota Partai Republik menentang paket bantuan sebesar itu. [mg/jm]

Lihat komentar

XS
SM
MD
LG