Tautan-tautan Akses

Khawatir Ada Sensor, Microsoft akan Tutup LinkedIn di China


Sebuah kamera pengintai keamanan terlihat di dekat gedung perkantoran Microsoft di Beijing, Selasa, 20 Juli 2021. (Foto: AP)

Microsoft akan menutup LinkedIn di China akhir tahun ini, perusahaan itu mengumumkan Kamis (14/10).

Situs jaringan profesional, yang mulai beroperasi di China pada 2014, menghadapi “lingkungan operasi yang jauh lebih menantang dan persyaratan kepatuhan yang lebih besar” di negara itu, katanya dalam sebuah unggahan di blog.

“Kami menyadari bahwa mengoperasikan LinkedIn versi lokal di China berarti kepatuhan terhadap persyaratan pemerintah China pada platform Internet,” kata perusahaan itu. “Meskipun kami sangat mendukung kebebasan berekspresi, kami mengambil pendekatan ini untuk menciptakan nilai bagi anggota kami di China dan di seluruh dunia.”

Namun, tampaknya beban regulasi oleh pemerintah China telah menjadi terlalu banyak.

Regulator China mengatakan kepada perusahaan itu bahwa mereka harus memperbaiki pengawasan konten awal tahun ini, lapor harian The Wall Street Journal. LikedIn mulai memblokir beberapa konten dan profil yang dilarang oleh regulator China, termasuk profil jurnalis.

“Meskipun kami telah berhasil membantu para anggota LinkedIn di China menemukan pekerjaan dan peluang ekonomi, kami belum menemukan tingkat keberhasilan yang sama dalam aspek-aspek yang lebih bersifat sosial untuk berbagi dan mendapat informasi,” kata LinkedIn.

LinkedIn tidak sepenuhnya meninggalkan pasar China. Kini perusahaan akan menawarkan apa yang disebut InJobs, yang tidak akan memiliki aspek sosial dan tidak akan memungkinkan para penggunanya untuk berbagi konten, lapor Reuters.

LinkedIn adalah satu-satunya situs jejaring sosial berbasis di AS yang masih tersedia untuk pengguna di China.

Microsoft membeli LinkedIn pada tahun 2016, dan situs perusahaan itu sekarang memiliki 774 juta pengguna. [lt/jm]

XS
SM
MD
LG