Tautan-tautan Akses

Ketegangan Meningkat, Israel Perkuat Perbatasan di Gaza


Sejumlah demonstran asal Palestina mengibarkan bendera Palestina dalam aksi protes menentang kunjungan Presiden AS Joe Biden ke Israel. Aksi tersebut digelar di Kota Gaza pada 14 Juli 2022. (Foto: AFP/Mohammed Abed)

Militer Israel, pada Kamis (4/8), mengatakan pihaknya telah mengirim pasukan tambahan ke daerah sekitar Jalur Gaza sebagai persiapan menghadapi kemungkinan adanya serangan, menyusul penangkapan seorang militan senior di wilayah Tepi Barat pada minggu ini.

Perdana Menteri Israel Yair Lapid melangsungkan pertemuan keamanan, dan setelah itu mengatakan penguatan tersebut diperlukan sebagai “langkah persiapan sementara.”

Pihak berwenang Israel telah menutup jalan dan daerah lain di sekitar Jalur Gaza setelah terjadi serangan pada Senin (1/8) lalu di mana seorang anggota senior kelompok militan Jihad Islam ditangkap di kota Jenin, di wilayah Tepi Barat yang diduduki Israel.

Seorang remaja Palestina, yang diklaim Israel sebagai anggota Jihad Islam, tewas dalam bentrokan dengan pasukan mereka.

Menanggapi kebijakan baru Israel itu, Jihad Islam – yang menolak keberadaan Israel dan telah melakukan sejumlah serangan berdarah selama bertahun-tahun – mengatakan akan “waspada” dan meningkatkan kesiapsiagaan mereka.

Hamas memerintah di Jalur Gaza setelah berhasil mengusir pasukan saingannya dari wilayah itu pada tahun 2007.

Israel menganggap Hamas bertanggung jawab atas semua serangan yang berasal dari Jalur Gaza, dan selama 15 tahun terakhir ini kedua pihak telah empat kali berperang. Jumlah tersebut tidak termasuk puluhan pertempuran kecil yang kerap kali terjadi.

Hampir setiap hari Israel melakukan serangan di Tepi Barat yang didudukinya, menyusul serangkaian serangan berdarah yang menarget warga sipil di Israel pada awal tahun ini.

Israel merebut wilayah Tepi Barat, Jalur Gaza dan Yerusalem Timur dalam perang tahun 1967, wilayah yang diharapkan Palestina sebagai negara mereka kelak.

Proses perdamaian selama lebih dari satu dekade telah gagal. Hal ini membuat jutaan warga Palestina hidup di bawah kekuasaan militer Israel tanpa tanda-tanda akan adanya kemajuan upaya menuju perdamaian. [em/jm]

Forum

XS
SM
MD
LG