Tautan-tautan Akses

AS

Kesengsaraan Warga Berlanjut 9 Hari Pasca Badai Ida


Para pekerja membereskan puing puing di gedung bersejarah Karnofsky Shop pada September 6, 2021. Gedung bersejarah tersebut hancur diterjang badai Ida yang melanda New Orleans, Louisiana, Amerika Serikat. (Foto: REUTERS/Kathleen Flynn)

Ratusan ribu rumah dan bisnis di Louisiana, sebagian besar terletak di luar kota New Orleans, masih belum mendapat aliran listrik pada hari Selasa (7/9).

Lebih dari setengah dari seluruh pompa bensin di dua kota besar tersebut tidak memiliki pasokan bahan bakar sembilan hari pasca diterjang badai Ida, yang berhasil memporakporandakan rumah-rumah dan memutuskan kabel listrik.

Namun, tanda-tanda pemulihan tampak terlihat dengan berkurangnya jumlah rumah yang mengalami pemadamam listrik dan ratusan ribu warga di kedua wilayah tersebut kini sudah dapat menikmati kembali aliran air ledeng.

Operator telepon AT&T, yang mengalami pemadaman ponsel yang meluas setelah badai itu, melaporkan bahwa jaringan nirkabelnya sekarang beroperasi secara normal di Louisiana.

Sampai pada hari kesembilan pasca badai Ida, organisasi-organisasi, kelompok-kelompok gereja, dan sukarelawan di negara bagian Louisiana, saling bahu membahu dalam membagikan makanan, air, dan persediaan lain yang diperlukan kepada penduduk yang tidak memiliki sumber daya karena rumah mereka hancur atau tidak dapat dihuni kembali.

Kesenjangan dalam pemulihan aliran listrik antara New Orleans, di mana hampir tiga perempat kota itu memiliki sambungan listrik lagi, dan wilayah di sekitarnya memicu frustasi dan keluhan dikarenakan hampir semua penduduknya masih dalam kegelapan.

Anggota DPRD Negara Bagian Tanner Magee dari Partai Republik mengatakan dia yakin wilayahnya diabaikan demi untuk memprioritaskan New Orleans.

“Ini sangat menyebalkan bagi saya,” kata Magee, yang merupakan orang nomor dua di DPRD yang tinggal di kota Houma di Distrik Terrebonne.

Meskipun air kembali mengalir di daerahnya, sebagian besar rumah sakit di wilayah itu masih tutup, dan distrik itu sangat membutuhkan tempat penampungan sementara untuk para petugas tanggap darurat dan lainnya yang vital untuk upaya pembangunan kembali, katanya.

Warner Thomas, presiden dan CEO sistem rumah sakit terbesar di negara bagian itu – Ochsner Health – memperingatkan bahwa akan diperlukan “beberapa waktu” sebelum rumah sakit di Distrik Terrebonne dan Distrik Lafourche bisa dibuka kembali sepenuhnya. Namun, ruang gawat darurat di kedua rumah sakit itu tetap buka. [lt/em/rs]

Lihat komentar

XS
SM
MD
LG