Tautan-tautan Akses

Kerusuhan di Afghanistan Hambat Vaksinasi Polio Ribuan Anak


Seorang pekerja kesehatan Afghanistan memberikan vaksin polio kepada seorang anak dalam kampanye vaksinasi di Kabul, 28 Februari 2017.

Meluasnya kerusuhan di Afghanistan telah membuat ribuan anak tidak bisa divaksinasi polio, ujar pejabat-pejabat Afghanistan.

“Setiap kali diadakan vaksinasi polio, kami menarget sekitar enam juta anak,” ujar Mir Jan Rasekh, Kepala Program Kesadaran Pemberantasan Polio Masyarakat di Afghanistan kepada VOA. “Tetapi karena kerusuhan, pertempuran, dan tentangan kelompok-kelompok bersenjata terhadap vaksin ini, diperkirakan ada 300 ribu anak yang tidak bisa divaksin polio,” kata Mir Jan menambahkan.

“Pejuang ISIS tidak mengijinkan anak-anak divaksin polio di daerah-daerah yang mereka kuasai,” ujar Mir Jan.

Pejabat-pejabat Afghanistan menuduh bahwa pertempuran terus menerus, kerusuhan dan tentangan terhadap Taliban, ISIS dan kelompok-kelompok bersenjata lain merupakan kendala utama di daerah-daerah yang sulit dijangkau di bagian selatan, tenggara dan timur Afghanistan.

Menurut Kementerian Kesehatan Publik Afghanistan, hanya tiga penderita positif virus polio yang tercatat Januari lalu, dua di Kandahar selatan dan satu di Nangarhar timur. Tahun lalu beberapa penderita tercatat di seluruh negara itu, tujuh di Kandahar selatan, dua di Helmand Selatan, tiga di Nangarhar timur, satu di bagian selatan Zabul dan satu di propinsi Kunduz utara.

Afghanistan dan Pakistan berbatasan di wilayah sepanjang lebih dari dua ribu kilometer. Ribuan orang yang melintasi perbatasan dapat dengan mudah menularkan virus di kedua negara.

Petugas kesehatan di Provinsi Nangarhar timur mengklaim bahwa ada delapan ribu anak yang belum diimunisasi polio. “Jumlah anak-anak di lima kabupaten, di Provinsi Nangarhar yang bergolak ada 17 ribu orang, namun yang berhasil divaksinasi baru mencapai delapan ribu. Kami bekerjasama untuk menaikkan jumlah ini,” ujar Najibullah Kamawal, Kepala Urusan Kesehatan Publik, di bagian timur Nangarhar kepada VOA. [em/ii]

XS
SM
MD
LG