Tautan-tautan Akses

Kenya Tangkap 11 Tersangka Pasca Serangan Hotel


Lima orang dari 11 tersangka yang ditangkap terkait serangan bom terhadap Komplek hotel diNairobi, Kenya.

Pihak berwenang Kenya telah melakukan lebih banyak penangkapan sehubungan serangan teroris Selasa lalu di Nairobi. Sementara itu, pejabat-pejabat Kenya bertekad mencegah serangan lebih lanjut. Berikut, laporan wartawan VOA Mohammed Yusuf dari Nairobi.

Badan-badan keamanan tertinggi Kenya bertemu di kota pantai Mombasa, membahas cara-cara meningkatkan keamanan dan mencegah serangan kelompok militan al-Shabab. Kelompok ekstremis muslim itu mengaku bertanggung jawab atas serangan terhadap hotel dan kompleks perkantoran Dusit D2 yang menewaskan setidaknya 21 warga sipil.

Menteri Dalam Negeri Fred Matiangi dalam konferensi tersebut mengatakan pasukan Kenya siap menangkis setiap serangan.

"Kami siaga, dan terus siaga sehari semalam. Kami bertugas 24 jam setiap hari, tujuh hari seminggu, untuk melayani rakyat guna memastikan bahwa negara tetap aman. Dan siapa pun yang hendak mengganggu ketenangan kami, mendapat jawaban pekan lalu, dan akan mendapat banyak jawaban jika mereka mencoba sementara waktu berjalan," kata Matiangi.

Pejabat-pejabat Kenya mengatakan polisi dan tentara membunuh kelima laki-laki bersenjata yang menyerang kompleks Dusit.

Sejak itu, pihak berwenang telah menangkap setidaknya 11 orang sehubungan serangan tersebut, termasuk empat tersangka yang menyerahkan diri ke polisi hari Senin di Isiolo, kota di bagian timur Kenya. Puluhan lainnya dibawa untuk ditanyai.

Pihak berwenang mengakui bahwa al-Shabab terus menimbulkan ancaman.

Kepala polisi Garissa County, Aaron Ombeo, mengatakan petugas keamanan mencegah tersangka serangan teroris di lokasi konstruksi.

"Sayangnya, ketika berusaha tiba ke lokasi, mereka menembak seorang perempuan. Ia stabil dan sedang menjalani perawatan di Garissa. Petugas keamanan menjaga fasilitas itu, mereka harus bertindak sehingga penyerang melarikan diri ke tujuan yang tidak diketahui. Kami masih mencari penyerang," ujar Ombeo.

Pakar keamanan yang berbasis di Nairobi, Richard Tuta, mengatakan al-Shabab mengambil keuntungan dari kebebasan politik Kenya untuk beroperasi. Menurutnya, perlu dicapai keseimbangan antara kebebasan dan keamanan nasional.

"Begitu tahu suatu negara menganut sistem politik terbuka, itu adalah kenyataan bahwa beberapa aspek hak asasi yang mendasar sangat dihormati, termasuk tetapi tidak terbatas pada, kenyataan bahwa ada hak privasi. Dan begitu ada aspek privasi, kebebasan media, mereka berfungsi sebagai lingkungan pendukung yang kondusif bagi operasi organisasi teroris," kata Tuta.

Kenya tetap dalam kesiagaan tinggi, dan keamanan telah ditingkatkan di daerah-daerah di mana al-Shabab diduga merekrut pemuda dan mungkin memiliki sel-sel tidur. (ka)

Recommended

XS
SM
MD
LG