Tautan-tautan Akses

Kematian Akibat COVID di AS Lampaui 900.000, Sebagian Didorong oleh Omicron


Tes mandiri COVID-19 gratis di Guirado Park di Whittier, California, Selasa, 25 Januari 2022. (Foto: AP//Damian Dovarganes )

Pandemi virus corona mencapai tonggak sejarah baru yang suram di Amerika Serikat (AS) pada Jumat (4/2) dengan jumlah kematian kumulatif negara itu melebihi 900.000, menurut data yang dikumpulkan Reuters.

Penghitungan terbaru menunjukkan adanya peningkatan lebih dari 100.000 kematian COVID-19 di AS sejak 12 Desember, bertepatan dengan lonjakan infeksi dan rawat inap yang didorong oleh varian virus omicron yang sangat menular.

Bukti awal telah menunjukkan bahwa omicron, meskipun jauh lebih menular, umumnya menyebabkan penyakit yang tidak terlalu parah daripada varian sebelumnya, seperti delta. Namun banyaknya kasus omicron memicu lonjakan rawat inap yang telah membebani banyak sistem perawatan kesehatan AS dalam beberapa pekan terakhir.

Para ahli mengatakan sebagian besar pasien omicron yang membutuhkan rawat inap adalah individu yang tidak divaksinasi dan orang-orang dengan kondisi kesehatan kronis lain.

Data juga menunjukkan bahwa omicron mungkin telah memukul AS lebih keras daripada negara-negara lain dengan populasi keseluruhan yang lebih muda, seperti di Afrika.

Pada hari Jumat, menurut penghitungan data Reuters yang dilaporkan negara bagian, jumlah total nyawa orang AS yang hilang karena COVID-19 sejak kasus pertama terdeteksi pada awal 2020 telah mencapai setidaknya 904.067, lebih dari seluruh populasi Dakota Selatan.

Penghitungan itu adalah jumlah kematian COVID-19 tertinggi yang dilaporkan oleh negara mana pun, diikuti oleh Rusia, Brazil, dan India dengan lebih dari 1,8 juta kematian digabungkan. Dalam hal kematian akibat virus corona per kapita, AS berada di peringkat ke-20, jauh di bawah dua teratas - Peru dan Rusia.

Rawat inap COVID AS saat ini mencapai 117.000 dibandingkan dengan puncaknya hampir 153.000 pada 20 Januari. [ah]

XS
SM
MD
LG