Tautan-tautan Akses

AS

Kelompok Nasionalis Kulit Putih Adakan Unjuk Rasa Kecil di Washington


John Hess, pendukung Presiden AS Donald Trump memprotes pemilihan Presiden terpilih Joe Biden, di luar Washington State Capitol di Olympia, Washington, AS, 17 Januari 2021. (Foto: REUTERS/Lindsey Wasson)

Kelompok nasionalis kulit putih, Jumat (29/1), mengadakan unjuk rasa kecil di Washington dengan membawa spanduk besar dan meneriakkan yel-yel ketika mereka bergerak menuju Gedung Capitol AS.

Unjuk rasa yang direkam dalam video oleh reporter ProPublica Lydia DePillis, menunjukkan puluhan anggota kelompok itu berbaris dalam formasi ketat melewati monumen dan menyusuri alun-alun nasional (National Mall) menuju gedung Capitol.

Mereka mengenakan jaket biru, celana berwarna coklat muda, masker putih dan membawa bendera Amerika yang terbalik, serta spanduk bertuliskan "Keluarga-keluarga Kuat, Bangsa Kuat" dan "Demi Kehidupan Bangsa kita".

Mereka juga terdengar meneriakkan "Rebut kembali bangsa kita!" dan menyulut bom asap yang menyebarkan asap berwarna merah dan biru.

Unjuk rasa itu dilakukan seminggu lebih setelah pelantikan Presiden AS Joe Biden berlangsung di bawah keamanan ketat dan tiga minggu setelah pengepungan Gedung Capitol pada 6 Januari oleh para pendukung mantan Presiden Donald Trump.

Kelompok itu mengadakan unjuk rasa serupa di Washington pada tahun lalu di mana mereka dikawal polisi Washington dengan sepeda ketika berbaris menuju gedung DPR.

Ketika ditanya mengenai unjuk rasa ini, Departemen Kepolisian Metropolitan Washington mengeluarkan pernyataan yang mengatakan telah diberitahu bahwa demonstrasi itu akan berlangsung dan telah mengeluarkan pemberitahuan mengenai kemungkinan penutupan jalan atau masalah-masalah lalu lintas.

Pernyataan itu mengatakan tidak ada penangkapan yang dilakukan sehubungan dengan unjuk rasa, dan menambahkan: "Selain itu, Departemen Kepolisian Metropolitan tidak bertindak dalam kapasitas keamanan pribadi untuk kelompok mana pun."

Organisasi Southern Poverty Law Center menyebut Front Patriot sebagai kelompok nasionalis kulit putih yang memisahkan diri dari organisasi serupa, Vanguard America, setelah unjuk rasa mematikan "Unite the Right" di Charlottesville, Virginia, pada tahun 2017.

Pada rapat umum itu, James Fields yang menyebut dirinya pendukung neo-Nazi mengendarai mobilnya ke sekelompok pengunjuk rasa, menewaskan Heather Heyer yang berusia 32 tahun. Ia dinyatakan bersalah melakukan pembunuhan tingkat pertama dan dijatuhi hukuman penjara seumur hidup pada 2018. [my/pp]

XS
SM
MD
LG