Tautan-tautan Akses

Korban Penghilangan Paksa di Turki Dikenang Melalui Karya Seni


Beberapa gambar 'korban hilang' ditampilkan dalam pameran di Istanbul, Turki Selasa (21/5).

Di Turki, organisasi hak asasi menggunakan karya seni untuk mengenang para korban penghilangan paksa.

Kelompok-kelompok hak asasi manusia di Turki menyalahkan negara itu atas ratusan korban penghilangan paksa sejak puluhan tahun ketika militer mengobarkan perang terhadap pemberontak separatis Partai Pekerja Kurdistan (PKK).

Kelompok-kelompok hak asasi itu juga beralih ke seni seperti Anil Olcan untuk meminta perhatian bagi para korban penghilangan paksa.

Seniman Turki, Anil Olcan menghabiskan waktu setahun, dengan susah payah untuk mewujudkan foto-foto ratusan wajah orang yang menjadi korban hilang pada setiap potongan marmer.

"Karena marmer dikaitkan dengan kematian, dan juga lambang duniawi dari perspektif berbeda. Memiliki batu nisan berarti Anda pernah ada di dunia ini, dan akan terus ada. Tetapi tidak ada kuburan untuk orang-orang ini. Saya ingin mengenang mereka dan menggunakan marmer untuk membuat makam mereka."

Sebagian mereka yang hilang termasuk para pengusaha yang diduga mendukung pemberontak Kurdi. Korban lainnya adalah para pembela hak asasi manusia dan penduduk desa.

Di antara korban termuda yang fotonya ditempelkan di kolom marmer itu adalah Davut Altunkaynak. Pada 1995, menurut berbagai kelompok HAM, adalah seorang anak gembala yang diambil dari tempat tidurnya oleh pasukan keamanan dan sejak itu tidak pernah terlihat lagi. Dia berumur 13 tahun ketika itu.

Kelompok hak asasi Turki Hafiza Merkezi (Pusat Ingatan, Kebenaran, dan Keadilan), yang mendokumentasikan dan melaporkan kasus-kasus penghilangan paksa tersebut, mensponsori karya Olcan.

Wajah-wajah orang yang hilang direpresentasikan pada setiap potongan marmer dalam pameran di Istanbul, Turki. (D. Jones/VOA)
Wajah-wajah orang yang hilang direpresentasikan pada setiap potongan marmer dalam pameran di Istanbul, Turki. (D. Jones/VOA)

Pemerintah meluncurkan penyelidikan atas orang yang hilang, sehingga banyak tuntutan terhadap beberapa petugas keamanan, tetapi umumnya kasus-kasus itu menemui jalan buntu.

Pameran seni itu diharapkan terus mendesak agar orang yang hilang ditemukan dan akhirnya meminta pertanggungjawaban para pelaku penghilangan mereka.

Foto-foto di marmer itu dipamerkan di Istanbul sebagai bagian dari "International Week of the Disappeared" atau Pekan Internasional Korban Penghilangan Paksa. (lt)

Recommended

XS
SM
MD
LG