Tautan-tautan Akses

Kelompok Hak Pembela Migran Meksiko Berupaya Hentikan "Deportasi" Massal


Seorang migran menangis setelah diusir oleh pihak berwenang Meksiko dari tempat tinggal sementaranya, usai diusir dari perbatasan AS. (Foto: Associated Press)

Empat kelompok pembela migran di Meksiko mengumumkan pada Rabu (8/9) bahwa mereka telah meminta perintah pengadilan untuk memblokir apa yang mereka sebut sebagai deportasi “besar-besaran,” dengan alasan pemerintah melanggar proses hukum, baik hukum Meksiko maupun hukum internasional yang mengatur suaka.

Organisasi-organisasi tersebut, yang mencakup Asylum Access, Foundation for Justice, Without Borders dan Institute for Women in Migration, berpendapat bahwa pengusiran itu melanggar larangan untuk mendeportasi orang-orang yang membutuhkan perlindungan internasional

Kelompok-kelompok itu mengatakan telah mendaftarkan tuntutannya pada tanggal tiga September di negara bagian Tabasco, yang terletak di tenggara Meksiko, dan satu tuntutan serupa di Mexico City.

Kelompok-kelompok tersebut berpendapat bahwa pemerintah bertindak secara ilegal dengan mengusir para migran “sebelum fajar dan di titik-titik perbatasan yang belum jelas."

Pemerintah Meksiko juga dinilai berpartisipasi dalam pengusiran berantai terhadap para migran yang pertama kali diterbangkan dari AS ke bagian selatan Meksiko.

Para migran tersebut kemudian dibawa oleh para petugas melalui jalan darat ke perbatasan antara Meksiko dan Guatemala. Para migran tidak diberitahu tentang adanya kemungkinan mencari perlindungan di Meksiko, kata kelompok-kelompok itu.

Para migran yang diusir dari Amerika Serikat dipindahkan (ke Meksiko) di bawah peraturan yang disebut sebagai Title 42, yakni ketentuan yang diberlakukan selama pemerintahan Trump yang berkaitan dengan ancaman pandemi COVID-19. Namun, pemindahan migran itu berlanjut di bawah pemerintahan Biden. [lt/rs]

Lihat komentar

XS
SM
MD
LG