Tautan-tautan Akses

Kekacauan di Haiti Jadi Topik Diskusi Utama Perbincangan AS-Kanada


Seorang tentara tengah bersiaga di luar pangkalan militer dekat Istana Kepresidenan di Port-au-Prince, Haiti, setelah geng kriminal bersenjata melakukan sejumlah serangan di beberapa area di kota tersebut pada 27 Juli 2022. (Foto: Reuters/Ralph Tedy Erol)
Seorang tentara tengah bersiaga di luar pangkalan militer dekat Istana Kepresidenan di Port-au-Prince, Haiti, setelah geng kriminal bersenjata melakukan sejumlah serangan di beberapa area di kota tersebut pada 27 Juli 2022. (Foto: Reuters/Ralph Tedy Erol)

Amerika Serikat dan Kanada akan bekerja sama untuk “memotong simpul ketidakamanan” yang memungkinkan geng-geng bersenjata menciptakan krisis kemanusiaan di Haiti, kata Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken pada Kamis (27/10).

Meski demikian, baik Blinken maupun Menteri Luar Negeri Kanada Melanie Joly tidak menjanjikan negara mereka akan memimpin pasukan militer ke negara di wilayah Karibia itu.

“Ini masih berproses dan kami akan terus mencoba mewujudkannya,” kata Blinken saat konferensi pers di Ottawa, dalam kunjungan perdananya ke Kanada.

Blinken mengatakan, Kanada dan AS setuju bahwa “lebih banyak hal yang harus dilakukan” untuk mendukung kepolisian nasional Haiti dalam mengembalikan keamanan negara itu.

Joly mengatakan, Kanada telah mengirimkan “misi penilaian” untuk mengumpulkan informasi dan menemukan solusi yang didukung oleh warga Haiti.

Pemerintahan sementara Haiti telah beroperasi dalam kekacauan sejak pembunuhan mantan Presiden Jovenel Moise pada Juli 2021.

Sejak September, geng-geng bersenjata telah memblokir akses bahan bakar, sehingga menyebabkan kelangkaan barang kebutuhan pokok, air bersih dan layanan kesehatan, di tengah-tengah perebakan kolera.

Kanada dan AS telah mengirimkan tank, sementara PBB sedang mempertimbangkan intervensi militer untuk memulihkan ketertiban di sana – gagasan yang didukung oleh Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres. [rd/ah]

Forum

XS
SM
MD
LG