Tautan-tautan Akses

Kejaksaan Korsel Berencana Panggil Pimpinan Samsung


Pemimpin Samsung Lee Jae-yong meninggalkan pusat penahanan Seoul di Uiwang, Korea Selatan, 19 Januari 2017.

Jaksa penuntut Korea Selatan yang menyidik skandal korupsi Presiden yang dimakzulkan Park Geun-hye, mengatakan hari Minggu (12/2) bahwa mereka berencana memanggil lagi pewaris Sam Sung, Lee Jae-yong sementara mereka menyelidiki tuduhan penyuapan antara Park dan grup perusahaan terbesar negara itu.

Lee, milyarder wakil ketua dewan komisaris raksasa teknologi Samsung Electronics, akan dipanggil bersama dua pejabat lain perusahaan itu Senin pagi, kata Lee Kyu-chul, juru bicara tim jaksa tersebut.

Para penyidik tadinya berusaha menangkap Lee ketika mereka memanggilnya bulan lalu, tetapi pengadilan memutuskan tidak cukup bukti untuk membenarkan penangkapan Lee pada saat itu.

Para penyidik akan menanyai Lee mengenai temuan baru kejaksaan dalam beberapa pekan ini dan kemungkinan mempertimbangkan untuk memohon izin pengadilan untuk menangkapnya lagi, kata juru bicara tim jaksa tadi. Para penyidik juga ingin menanyai langsung Park, tetapi belum menyepakati dengan kantor Park mengenai cara dan kapan melakukannya.

Hari Jumat lalu, tim jaksa mengajukan gugatan hukum terhadap istana presiden dalam usaha untuk memaksa para staff Park untuk menghentikan hambatan terhadap penggledahan kompleks kediaman Park. Mereka berusaha memasuki istana dengan surat izin pengadilan untuk mengumpul bukti sebelumnya bulan ini, tetapi para staff Park menolak mereka, dengan mengutip undang-undang yang dapat menghambat penggeledahan tempat-tempat yang memuat rahasia negara.

Samsung dicurigai memberi puluhan juta dolar uang dan memenuhi permintaan lain dari Park dan temannya yang dipenjarakan Choi Soon-sil sebagai imbalan bantuan pemerintah untuk persetujuan merger yang kontroversial antara dua cabang Samsung tahun 2015. Merger tersebut membantu Lee mempromosikan pengalihan kepemimpinan dan kekayaan dari ayah ke putranya dalam grup tersebut.

Moon Hyung-pyo, mantan menteri ksehatan negara itu, telah didakwa menekan Dinas Dana Pensiun Nasional untuk mendukung merger tersebut walaupun saham Dana Pensiun itu pada salah perusahaan tersebut kehilangan nilai atau rugi ratusan juta dolar. [gp]

XS
SM
MD
LG