Tautan-tautan Akses

Kejaksaan Afghanistan Selidiki Tuduhan Pelecehan Seksual Terhadap Pesepak Bola Putri


Timnas sepak bola putri Afghanistan merayakan kemenangan dalam laga persahabatan antara timnas Afghanistan dengan timnas putri dari Pasukan Keamanan Internasional pimpinan NATO di Kabul, 29 Oktober 2010.

Pihak berwenang di Afghanistan sedang menyelidiki tuduhan-tuduhan bahwa para pejabat laki-laki senior telah menyerang para anggota timnas sepak bola putri secara seksual dan fisik.

Kantor Kejaksaan Agung di Kabul, Sabtu (1/12), mengumumkan bahwa pihaknya telah membentuk sebuah komite untuk menyelidiki "secara menyeluruh" kebenaran dari tuduhan yang dilaporkan terhadap para pejabat Federasi Sepak Bola Afghanistan (AFF).

Harian Inggris Guardian mempublikasikan sebuah laporan eksklusif pada Jumat (30/11), mengatakan para pemain dari tim perempuan itu dilecehkan oleh tokoh-tokoh senior yang terasosiasi dengan AFF, termasuk presidennya, Keramuddin Karim.

Para anggota tim yang berbicara kepada surat kabar itu menuduh pelecehan itu terjadi di dalam Afghanistan, termasuk di markas federasi itu, dan di sebuah kamp pelatihan di Yordania pada Februari lalu.

Sekjen AFF Sayed Alireza Aqazada membantah keras apa yang dikatakannya tuduhan-tuduhan tak berdasar itu dan berjanji akan "melakukan penyelidikan menyeluruh" untuk membeberkan fakta-faktanya. "Tidak ada pelecehan seksual yang pernah dilakukan terhadap pemain sepak bola manapun," katanya dalam sebuah konferensi pers di Ibu Kota Afghanistan pada Sabtu.

Federasi sepak bola internasional, FIFA, mengatakan pihaknya "tidak memberi toleransi" pelanggaran semacam itu dan akan menyelidiki kasus "yang serius" itu dengan cara "yang tidak membahayakan" para korban untuk membongkar fakta-faktanya.

Seorang mantan kapten tim, Khalida Popal, yang tinggal di luar negeri, berbicara kepada TOLOnews Afghanistan pada Sabtu via Skype dan membahas rincian pelecehan yang dialami para anggota timnya.

"Tantangan yang selalu dihadapi para pemain kami adalah pelecehan seksual oleh para pejabat, para pelatih dan orang-orang yang datang ke kamp-kamp pelatihan kami sebagai perwakilan AFF," katanya kepada TOLOnews.

Guardian juga berbicara kepada Popal, yang lari dari Afghanistan setelah menerima ancaman pembunuhan dan pernah menyuarakan tentang diskriminasi yang dialami para perempuan di negaranya yang sangat konservatif. [vm]

XS
SM
MD
LG