Tautan-tautan Akses

Kedubes RI Pererat Persahabatan AS-Indonesia via 'Skype Friends'


Anak SD Miner, Washington, DC, mengajukan pertanyaan kepada teman-teman mereka di Indonesia via Skype.
Anak SD Miner, Washington, DC, mengajukan pertanyaan kepada teman-teman mereka di Indonesia via Skype.

KBRI Washington meluncurkan program Skype Persahabatan, yang menghubungkan para pelajar SD di Washington, Jakarta dan Jayapura melalui program Skype. Mereka saling bertukar informasi tentang kegiatan sekolah, kota tempat tinggal dan budaya mereka masing-masing.

"Selamat Malam!"

Puluhan murid kelas lima Sekolah Dasar Miner di Washington, DC, ini dengan semangat menyapa para pelajar SD sebayanya di Jayapura, yang berkumpul di kediaman Gubernur Papua, Barnabas Suebu. Lewat aplikasi internet Skype yang dihubungkan ke sebuah monitor besar, mereka saling bertatap muka dan berbagi pengetahuan tentang Indonesia dan Amerika, bertukar pengalaman tentang sekolah, kota tempat tinggal, dan menceritakan kegiatan sehari-hari. Perbedaan waktu 13 jam antara kedua kota, pukul sembilan pagi di Washington DC dan 11 malam di Jayapura, tidak menyurutkan semangat mereka.

Seorang pelajar Washington DC bertanya, “Apakah kalian biasa begadang seperti sekarang ini?”

“Tidak,” jawab seorang pelajar Jayapura, “Kami biasanya tidur pukul sembilan malam.”

Usai berbincang dengan para siswa di Jayapura, para pelajar di SD Miner kemudian terhubung dengan SD Menteng, Jakarta.

“Presiden Amerika ke-44, Barack Obama, pernah bersekolah di sekolah kami,” kata seorang pelajar SD Menteng 01 bernama Salmah.

"Skype Friends" adalah program interaktif audio-visual yang terdiri dari presentasi, percakapan dan tukar budaya antar para pelajar yang berbeda negara. Program yang diberi nama “Skype Persahabatan Indonesia-USA: Penghubung Generasi Muda dalam Pertemanan Global” ini merupakan program Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Washington. Duta Besar Indonesia untuk Amerika, Dino Patti Djalal, mengatakan kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman antara pelajar yang berasal dari latar belakang berbeda. Dan diakuinya, teknologi seperti Skype, dapat membantu mendorong terwujudnya hal tersebut.

Anak-anak SD Miner menyanyikan lagu 'Heal the World' bagi teman-teman mereka di Indonesia di akhir acara.
Anak-anak SD Miner menyanyikan lagu 'Heal the World' bagi teman-teman mereka di Indonesia di akhir acara.

“Kita melihat suatu revolusi baru dalam berdiplomasi dan bermasyarakat. Dan kita baru melihat ‘tip of the iceberg’-nya saja, potensinya begitu luar biasa. Ini merupakan tantangan bagi para pendidik kita dan Amerika, bagaimana memanfaatkan teknologi untuk pendidikan,” ujar Dino Patti Djalal.

Pada akhir acara, para pelajar dari kedua negara saling memamerkan kebolehan mereka dalam pertunjukkan budaya. Siswa-siswi dari SD Menteng menampilkan tarian asal Betawi, Lenggong None. Sementara para murid SD Miner, menyanyikan lagu "Heal The World" yang pernah dipopulerkan Michael Jackson.



Dipilihnya lagu tersebut sebagai persembahan kepada teman-teman pelajar di Indonesia, bukan tanpa alasan. Pelajar kelas 5 SD Miner, Marissa Garland, menjelaskan, “Kami memilih lagu 'Heal The World,' karena kami tahu teman-teman di Indonesia baru saja pulih dari letusan gunung Merapi baru-baru ini.”

Pelajar kelas 5 SD Miner, Sidney Johnson, mengaku senang mengikuti kegiatan ini karena mendapat teman baru. “Satu hal yang saya pelajari adalah jika kita duduk bersama dan berbicara dengan seseorang, kita bisa mengenal dan berteman dengannya.”

Rencananya, program Skype Persahabatan ini akan diadakan setiap seminggu sekali, dengan menghubungkan para pelajar dari berbagai sekolah di Amerika dan Indonesia.

XS
SM
MD
LG