Tautan-tautan Akses

Kecelakaan Udara Terburuk Militer Filipina, 50 Tewas, 49 Cedera


Tim penyelamat duduk di samping kantong mayat yang berisi jenazah seorang korban sipil ketika sebuah pesawat militer C-130 Filipina jatuh di kota Patikul, provinsi Sulu, Filipina selatan pada 4 Juli 2021. (Foto: AP)

Tentara Filipina menemukan lima orang tewas terakhir akibat kecelakaan sebuah pesawat transportasi di bagian selatan, menambah jumlah korban tewas menjadi 50 orang, kata para pejabat hari Senin. Ini merupakan kecelakaan udara terburuk militer negara itu.

Hercules Lockheed C-130 sedang mengangkut 96 orang yang sebagian besar adalah anggota pasukan tempur, sewaktu pesawat itu melewati landasan pacu saat melakukan pendaratan hari Minggu (4/7) di bandara Jolo di provinsi Sulu, kata para pejabat militer. Pesawat itu menghantam kebun kelapa di luar bandara dan terbakar pada tengah hari, disaksikan oleh tentara dan warga desa yang ketakutan.

Tentara, polisi dan petugas pemadam menyelamatkan 49 personel militer, termasuk beberapa yang melompat keluar sebelum pesawat itu meledak dan dilalap api. Tujuh orang di darat terkena beberapa bagian dan puing-puing pesawat, dan tiga di antaranya tewas, kata militer.

Hercules itu adalah satu dari dua pesawat Angkatan Udara AS yang diperbarui yang diserahkan kepada Filipina, sekutu perjanjian keamanan tertua Washington di Asia, sebagai bagian dari bantuan militer tahun ini.

Pesawat itu sebelumnya mengangkut Mayjen Romeo Brawner Jr., istri dan tiga anaknya dari Manila di Cagayan de Oro, kota di bagian selatan, di mana ia akan menjadi komandan regional militer yang baru hari Senin.

Mereka yang menumpangi C-130 di Cagayan de Oro untuk penerbangan ke Sulu itu adalah tentara Angkatan Darat, kebanyakan dari mereka baru direkrut dan dilatih untuk dikerahkan dalam perang melawan militan Abu Sayyaf di bagian Filipina Selatan. [uh/ab]

Lihat komentar

Recommended

XS
SM
MD
LG