Tautan-tautan Akses

AS

Kebakaran Hutan di California, Korban Tewas Jadi 50 Orang


Tim pemadam kebakaran mencari sisa-sisa tubuh korban tewas kebakaran hutan di Paradise, California (foto: ilustrasi).

Lima puluh orang dikonfirmasi telah tewas dalam kebakaran di California, termasuk 48 yang tewas dalam Camp Fire, kebakaran yang paling banyak menelan korban jiwa dalam sejarah negara bagian itu. Wartawan VOA Mike O'Sullivan melaporkan pada saat para pemadam kebakaran berjuang melawan kobaran api, puluhan ribu orang masih mengungsi, dan petugaspenyelamat terus berusaha mencari korban.

Banyak korban tewas ditemukan di dalam mobil yang terbakar dan bangunanyang hangus di kota Paradise, California Utara. Para pemadam kebakaran berjuang menjinakkan kobaran api sepanjang malam, sementara kebakaran itu menjalar melampaui 50.000 hektar.

Banyak pemadam kebakaran tinggal di daerah ini, di mana 7.600 rumah dan bangunan lain telah musnah.

"Berat rasanya berada di lingkungan kecil seperti tempat saya tinggal dan banyak pemilik rumah, hampir setengah, kehilangan rumah mereka, dan sekitar setengah berhasil selamat. Kami semua mengalami kerusakan properti yang parah," kata Matt Wallen, ketua tim pemadam kebakaran.

Petugas mencari korban di antara puing-puing rumah yang terbakar di Paradise, California (13/11).
Petugas mencari korban di antara puing-puing rumah yang terbakar di Paradise, California (13/11).

Di Southern California, kebakaran yang disebut Woolsey Fire terus merambat di Los Angeles. Pemadam kebakaran telah menghitung 435 bangunan lenyap, termasuk rumah-rumah mahal di Malibu.

"Mereka butuh beberapa hari lagi untuk mendapatkan hitungan lengkap dan akurat untuk struktur yang musnah. Tapi menurut perkiraan saya, jumlah itu akan meningkat secara signifikan," ujar Daryl Osby dari dinas pemadam kebakaran Los Angeles.

Di seluruh negara bagian itu, lebih dari 8.000 petugas pemadam kebakaran berjuang melawan kebakaran yang lebih kecil ini di darat dan di udara. Pemadam kebakaran menghadapi Santa Ana, angin kencang yang melintasi lembah Southern California Selasa.

"Ketika angin Santa Ana terus melanda dan kebakaran baru muncul, kami meminta masyarakat untuk tetap waspada dan mendengarkan para penegak hukum tentang evakuasi," kata petugas lainnya.

Pada sebuah acara di Gedung Putih, Presiden Donald Trump, yang telah dikritik karena mengeluh tentang manajemen hutan California, menyampaikan rasa simpatinya.

"Kita berdukacita atas orang-orang yang meninggal, dan kita berdoa untuk para korban. Dan korban lebih banyak dari yang mungkin pernah terpikir," ujar Trump.

Sementara petugas pemadam kebakaran menilai kerusakan, lebih dari 200 penduduk California masih belum ditemukan. [as]

XS
SM
MD
LG