Tautan-tautan Akses

AS

Kaukus Capres Demokrat 2020 Diperkirakan Diikuti Banyak Pemilih


Pemilihan pendahuluan berlangsung di Iowa 3 Februari 2020, yang bagi Partai Demokrat merupakan langkah yang mengawali rangkaian pemilihan guna mencari capres untuk menantang Presiden Donald Trump dalam pilpres November medatang.

Partai Demokrat memperkirakan akan banyak pemilih yang berpartisipasi dalam kegiatan pemilihan presiden pertama di AS, Kaukus Iowa, pada 3 Februari ini. Sebagaimana dilaporkan wartawan VOA Kane Farabaugh, banyak pemilih di Iowa masih belum memutuskan siapa kandidat yang mereka percayai akan menjadi penantang terbaik bagi Presiden Donald Trump dari partai Republik dalam pemilu November mendatang.

Massa yang memenuhi Horizon Events Center di Clive, Iowa, pada malam musim dingin yang hangat tampak seperti bersiap menghadiri salah satu konser yang biasanya digelar di sana. Suara Justin Vernon, penyanyi dan penulis lagu populer sekaligus vokalis utama band Bon Iver yang memainkan gitar akustiknya, memenuhi ruangan luas tersebut. Tetapi ini bukan konsernya. Ia adalah salah satu pengisi acara kampanye Senator Vermont Bernie Sanders, salah seorang kandidat calon presiden dari partai Demokrat, pada pekan-pekan terakhir menjelang kampanye kaukus Iowa.

Acara tersebut dipenuhi poster-poster kampanye, pernak-pernik suvenir Sander, serta hampir 2.000 pendukungnya. Sejumlah pembicara juga mengisi acara tersebut, di antaranya sutradara Michael Moore, serta anggota DPR Rashida Tlaib, Ilhan Omar dan Pramila Jayapal. Namun yang jelas absen dari acara kampanye tersebut adalah Bernie Sanders sendiri.

Kaukus Capres Demokrat 2020 Diperkirakan Diikuti Banyak Pemilih
mohon tunggu

No media source currently available

0:00 0:03:20 0:00

Sanders, bersama dengan senator-senator yang juga sesama kandidat calon presiden Senator Amy Klobuchar, Elizabeth Warren dan Michael Bennet, kehilangan masa penting dalam kampanye di Iowa karena mereka menghadiri proses pemakzulan Presiden Donald Trump di Senat di Washington DC.

Mereka memang kembali ke Iowa pada akhir pekan. Tetapi Timoty Hagle, profesor ilmu politik di University of Iowa, mengemukakan, “Di Iowa, kami ingin melihat para kandidat. Sesungguhnya, kami ingin sering melihat mereka. Itulah dagelan di sini dan di New Hampshire, mereka tidak dapat menentukan kandidatnya sebelum mereka berbicara kepada seseorang tiga, empat atau lima kali.”

Hagle menekankan pentingnya interaksi pribadi antara pemilih dan kandidat menjelang kaukus, apalagi pada pekan-pekan terakhir kampanye di mana pemilih lebih suka bertemu dengan kandidat daripada pengganti yang mewakilinya.

Sementara Sanders sempat berbicara sebentar melalui telpon kepada para pendukungnya dalam acara kampanyenya, ia dan para kandidat lain yang terhalang di luar kota sangat bergantung pada para pengganti yang mewakili mereka dalam pekan-pekan terakhir ini untuk menyebarkan pesan mereka dan menggalang dukungan dari pemilih.

Sekarang, setelah para kandidat calon presiden partai Demokrat dapat kembali ke Iowa, mereka berjuang keras di 99 kabupaten di negara bagian untuk mendorong para pemilih hadir dalam malam kaukus, di mana partisipasi mereka merupakan kunci bagi kelompok pendukung kandidat untuk menang dalam acara tersebut dan pada akhirnya pada kaukus. Ia menjelaskan, para pemilih seorang kandidat harus mencapai jumlah 15 persen dari hadirin untuk dapat dianggap sebagai satu kelompok. Kalau tidak demikian, mereka harus bergabung dengan kelompok lainnya.

David Skidmore, profesor ilmu politik di Drake University, perlu waktu untuk menetapkan pilihan pertamanya, Senator Massachusetts Elizabeth Warren. Namun pilihannya pada putaran kedua akan berbeda.

“Banyak orang masih belum dapat memutuskan, mungkin bahkan hingga hari ini,” jelasnya.

Itu sebabnya terhubung dengan sebanyak mungkin pendukung pada hari-hari terakhir menjelang kaukus di Iowa menjadi penentu penting bagi para kandidat yang bersaing merebut tempat teratas. Sanders, Warren, Klobuchar, mantan wakil presiden Joe Biden dan mantan walikota South Bend India Pete Buttigieg adalah para kandidat yang bersaing ketat dalam jajak pendapat umum.

Meskipun partisipasi pemilih dalam kaukus lebih rendah daripada dalam pemilu, partai Demokrat di Iowa masih mengharapkan partisipasi yang lebih tinggi daripada biasanya untuk memilih penantang yang mereka yakini sebagai calon terbaik dalam menghadapi calon partai Republik, Presiden Donald Trump, dalam pemilu November mendatang. Dan mereka menyambut baik perhatian terhadap proses pemilihan kandidat Demokrat di Iowa.

Seperti yang dikemukakan salah seorang pemilih, Aubrey Christensen. “Sedikit mengintimidasi, karena ada banyak pendapat yang dikemukakan. Tetapi saya pikir itu sehat, selama tidak ada yang terlalu marah selama proses ini. Itu adalah pengalaman belajar yang baik.”

Proses pemilihan ini selanjutnya tidak akan melambat begitu pemenang ditetapkan di Iowa. Sorotan selanjutnya beralih ke New Hampshire, dan pemilihan pendahuluan di sana sepekan kemudian. [uh/ab]

XS
SM
MD
LG