Tautan-tautan Akses

Kasus Ektradisi dan Hari Libur Kembali Guncang Hubungan China-Taiwan


Bendera China dan Taiwan terlihat berkibar, beberapa hari menjelang upacara pelantikan Presiden Tsai Ing-wen, di Taipei, Taiwan, 14 Mei 2016. (Foto: dok).

Hubungan antara China dan Taiwan yang sudah lama bersaing telah diguncang lagi oleh kasus ektradisi dan penafsiran ulang Beijing mengenai satu hari libur politik Taiwan, yang mengeruhkan setiap prospek dialog atau kerjasama.

China diprotes oleh pemerintahan Presiden Taiwan Tsai Ing-wen pekan lalu ketika Taiwan mendapati bahwa Spanyol akan mengirim sekitar 200 warga Taiwan ke China atas kecurigaan melakukan penipuan melalui telepon. Pihak berwenang Spanyol dan China mendapati bulan Desember para tersangka telah menggunakan Spanyol sebagai pangkalan untuk menipu para korban di China Daratan.

Dalam kasus lain, China menentang motif yang melatarbelakangi satu hari libur tahunan Taiwan yang memperingati awal masa yang maut dalam sejarah 70 tahun yang lalu.

Isu-isu baru seperti kasus penipuan dan pertentangan hari libur itu akan menangguhkan peluang, yang sudah suram, untuk mencapai hubungan yang lebih baik antara China komunis dan pemerintahan partai DPP atau partai Demokrat Progresif Presiden Taiwan Tsai, kata para analis.

“Ini hanya akan akhirnya membuat sebagian besar anggota DPP atau para pemimpinnya menyadari pendekatan yang sekarang tidak akan menghasilkan apapun,” kata Lin Chong-pin, pensiunan profesor pengkajian strategi dari Universitas Tamkang di Taiwan.

China memandang Taiwan sebagai bagian wilayahnya sejak perang saudara China tahun 1940-an, walaupun masing-masing mempunyai pemerintah sendiri. [gp]

XS
SM
MD
LG