Tautan-tautan Akses

Kasus Baru Positif Corona di Indonesia 129, Total Keseluruhan 1.414


Simulasi penanganan pasien terjangkit virus Corona n-CoV 2019 di RS Dr. Moewardi Solo, Jumat, 31 Januari 2020. (Foto: VOA/Yudha)

Jumlah kasus baru virus Corona, Senin (30/3), mencapai 129. Pemerintah kembali menyerukan agar masyarakat ikut andil dalam memutus mata rantai penularan virus tersebut.

Juru bicara penanganan kasus virus Corona Dr Achmad Yurianto mengatakan Senin (30/3) terdapat 129 kasus baru positif virus Corona. Total keseluruhan kasus di Tanah Air hingga saat ini mencapai 1.414.

“Ada penambahan kasus konfirmasi positif sebanyak 129 kasus baru. Sehingga total menjadi 1.414 positif. Penularan di luar masih terjadi, kasus positif masih bertambah. Saya mengingatkan kembali untuk jaga jarak,” ungkapnya dalam telekonferensi di gedung BNPB, Jakarta, Senin (30/3).

Kasus Baru Positif Corona di Indonesia 129, Total Keseluruhan 1.414
mohon tunggu

No media source currently available

0:00 0:02:14 0:00

Dilaporkan oleh Yuri ada 11 pasien yang sembuh, sehingga total pasien yang pulih dari COVID-19 menjadi 75 orang.

Namun, masih terdapat korban jiwa akibat virus Corona ini. Sebanyak delapan orang dinyatakan telah meninggal dunia, sehingga menjadikan angka kematian mencapai 122 orang.

Kali ini, Jawa Barat menempati peringkat pertama dengan penambahan kasus terbanyak yaitu 25 kasus, sehingga total kasusnya menjadi 180. Sementara itu, terdapat 24 kasus baru di DKI Jakarta. Total keseluruhan kasus di Ibu Kota kini menjadi 698.

Dengan bertambahnya kasus positif virus Corona, Yuri kembali mengingatkan masyarakat untuk selalu menjaga jarak aman atau physical distancing minimal 1,5 meter dalam berkomunikasi secara sosial, rajin mencuci tangan dengan sabun, dan diam di rumah.

“Jaga jarak fisik dalam berkomunikasi dengan lingkungan sosialnya pada jarak lebih dari satu meter. Hindari berkumpul, hindari kerumunan, ini adalah upaya yang paling benar, upaya yang paling rasional, upaya yang paling bagus untuk diterapkan, sehingga diharapkan terjadi pemutusan mata rantai dari penularan. Kemudian cuci tangan dengan menggunakan sabun dari air yang mengalir, minimal dalam 20 detik sesering mungkin kita lakukan, Jangan makan, minum, menyentuh wajah, mulut, mata, hidung sebelum mencuci tangan,” tegasnya

Pemerintah pun, kata Yuri berusaha semaksimal mungkin menyediakan kebutuhan pokok bagi tenaga kesehatan yang merupakan garda terdepan dalam upaya menghadapi pandemi global ini. Sebanyak 191.666 set alat pelindung diri (APD), kata Yuri, sudah didistribusikan ke seluruh provinsi di Indonesia. Tidak hanya itu, 12 juta masker pun telah disebarkan ke penjuru negeri ini. Sementara itu, 425 ribu alat pemeriksaan cepat atau rapid test juga telah dikirimkan ke seluruh provinsi. Dengan pemenuhan kebutuhan pokok ini diharapkan penanganan kasus COVID-19 menjadi lebih efektif dan cepat.

Rumah sakit darurat COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran sejauh ini kata Yuri, telah menerima 411 pasien rawat inap. Pemerintah pun terus menambah ruang isolasi di rumah sakit rujukan nasional. Setidaknya ada penambahan 1.976 ruang isolasi dengan tekanan negatif.

Dalam kesempatan ini, tidak lupa ia mengucapkan terima kasih kepada para kepala daerah dan masyarakat yang ikut membantu pemerintah untuk menggalang dana bagi masyarakat yang tidak mampu, agar tidak keluar rumah untuk mencari nafkah, Ia yakin, dengan cara-cara tersebut akan bisa membantu memutus mata rantai penularan virus Corona ini.

“Di beberapa daerah sudah dibuat beberapa surat edaran kepala daerah untuk bersama-sama membantu masyarakat yang tidak mampu di dalam kaitan untuk memenuhi kehidupan sehari-hari dengan cara menggalang dana, menggalang partisipasi, agar mereka tidak lagi memiliki risiko yang cukup tinggi untuk memaksa keluar rumah dalam rangka memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Yang berikutnya adalah kita meyakini bahwa ternyata dengan kebersamaan seluruh komponen bangsa, kita yakin mampu dan bisa melawan COVID-19 ini,” tambahnya. [gi/ab]

XS
SM
MD
LG