Tautan-tautan Akses

Karena Pandemi Corona, Gelaran PON Papua Mungkin Ditunda


Stadion Utama Papua Bangkit di Jayapura, Papua, yang akan digunakan dalam gelaran PON XX Papua. (Courtesy: Humas Kemenpora)

Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua yang sedianya dijadwalkan akan dimulai pada 20 Oktober 2020 terancam diundur karena pandemi corona.

Imbas dari pandemi virus corona di Indonesia mempengaruhi berbagai aspek termasuk penyelenggaraan PON Papua 2020. Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Gatot S Dewa Broto mengatakan saat ini pihaknya masih belum bisa memastikan gelaran PON Papua yang awalnya akan digelar pada Oktober 2020 tetap dilaksanakan sesuai jadwal atau diundur lantaran pandemi corona.

"Ya tentu saja kami diperintahkan Pak Presiden pada saat konferensi video kemarin, Pak Menteri mohon arahan tentang masalah PON Papua. Lalu, arahan dari presiden untuk menyiapkan plan A dan plan B. Tapi nanti pada saatnya akan dilaporkan oleh Pak Menteri pada kesempatan sidang kabinet," ujarnya kepada VOA, Rabu (1/4).

Karena Pandemi Corona, Gelaran PON Papua Mungkin Ditunda
mohon tunggu

No media source currently available

0:00 0:02:41 0:00

Lanjut Gatot, keputusan akhir terkait pelaksanaan PON Papua ada di tangan presiden. Kemenpora saat ini hanya bisa menunggu keputusan dari Presiden Joko Widodo apakah gelaran PON Papua akan ditunda atau tidak lantaran pandemi virus corona.

"Ya sejauh ini komunikasi (dengan Pemprov Papua) tetap biasa saja. Tentu saja semua kata akhir ada di presiden. Apalagi presiden saat ini super sibuk terhadap banyak hal yang terkait dengan penanganan virus corona," katanya.

Atlet taekwondo asal Sumut, Oppie Danena Ginting (biru) saat bertanding di Pra PON Banten 2019. (Dokumen pribadi Oppie Danena Ginting)
Atlet taekwondo asal Sumut, Oppie Danena Ginting (biru) saat bertanding di Pra PON Banten 2019. (Dokumen pribadi Oppie Danena Ginting)

Usulan agar pelaksanaan PON Papua ditunda sebelumnya juga telah disampaikan Ketua Komisi X DPR RI, Syaiful Huda. Menanggapi hal tersebut, Kemenpora mendukung usulan politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu.

"Ya kami paham seperti yang pernah dikemukakan oleh ketua komisi x DPR juga mengatakan seperti itu. Kami bisa memahami dan mendukung," tutur Gatot.

Terkait kemungkinan penundaaan jadwal PON Papua , salah satu atlet taekwondo asal Sumatera Utara yang bakal bertanding di PON Papua XX, Oppie Danena Ginting tak mempermasalahkan itu.

"Mau diundur atau tidak sebagai atlet yang penting latihan mau seperti apa jadwalnya. Tidak masalah malah persiapannya lebih panjang dengan kondisi yang sekarang," kata Oppie kepada VOA.

Saat ini para atlet yang dibina oleh Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) di tingkat provinsi masih terus menjalani latihan. Kendati jadwal PON Papua XX berpeluang diundur lantaran pandemi virus corona.

"Persiapan sekarang mungkin hanya umum karena situasinya lagi seperti ini," ucap Oppie.

PON Papua XX yang menurut rencana digelar pada 20 Oktober sampai 2 November 2020 akan mempertandingkan 37 cabang olahraga. Seperti dikutip dari laman resmi Pemerintahan Provinsi (Pemprov) Papua, Panitia Besar Pekan Olahraga Nasional (PB PON) Papua memastikan hasil evaluasi final kebutuhan dalam menyelenggarakan PON XX senilai Rp 4,6 triliun.

Nilai tersebut merupakan hasil evaluasi Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Papua terhadap usulan anggaran PON 2020 senilai total Rp5 triliun yang sebelumnya disampaikan kepada Presiden Joko Widodo. Dari anggaran Rp5 triliun itu Pemprov Papua sudah menganggarkan sebesar Rp 2,3 triliun untuk mendukung PON. [aa/ab]

XS
SM
MD
LG