Tautan-tautan Akses

Kapal Pengungsi Rohingya Terbalik Dekat Myanmar, 12 Tenggelam


Warga setempat berkumpul di sekitar mayat anak-anak pengungsi Rohingya dari Myanmar yang tewas saat kapal mereka terbalik dalam perjalanan ke Bangladesh, di Shah Porir Dwip, Teknaf, dekat Cox's Bazar, Bangladesh, 9 Oktober 2017.

Sedikitnya 12 orang Rohingya, yang lari menyelamatkan diri dari kekerasan di Myanmar dan mencari perlindungan di Bangladesh, Minggu sore (8/10), ketika kapal mereka yang padat penumpang karam.

Seorang petugas perbatasan Bangladesh memberitahu kantor berita Perancis bahwa kedua belas mayat tersebut mencakup “10 anak-anak, perempuan lansia dan seorang pria.” Dia menduga sejak kapal itu karam dekat Myanmar, beberapa penumpang kemungkinan dapat berenang ke pantai.

Kalangan Pejabat tidak mengetahui berapa banyak penumpangnya ketika perahu itu karam, tapi biasanya kapal seperti itu sering berlebihan penumpang , dengan puluhan orang di dalamnya.

Kapal itu tenggelam di Sungai Naf yang memisahkan Myanmar dari Bangladesh.

Lebih setengah juta orang Muslim Rohingya sudah mengungsi dari negara bagian Rakhine, Myanmar, menuju Bangladesh sejak akhir Agustus.

Kalangan Analis dan petugas HAM mengatakan sejak militan Rohingya menyerang pasukan keamanan Myanmar bulan Agustus, militer Maynmar telah melakukan penumpasan brutal , membakar desa-desa dan membunuh perempuan dan anak-anak saat mereka lari menyelamatkan diri.

PBB mengatakan tindakan keras militer sama artinya dengan “pembersihan etnis.”

Pemimpin pemerintahan sipil Myanmar, Aung San Suu Kyi telah mengutuk pelanggaran hak asasi manusia yang terjadi di bagian barat negara bagiannya, Rakhine, tapi dia mendapat kritikan tajam dari dunia internasional karena tidak dikritisi tidak berbicara lebih tegas atas keadaan itu. [mg/is]

XS
SM
MD
LG