Tautan-tautan Akses

Kapal Angkatan Laut AS, Filipina Patroli Bersama di Filipina Selatan


Kapal perang Filipina BRP Ramon Alcaraz (PF 16) berlabuh di Teluk Ulugan, dekat kamp angkatan laut di provinsi Palawan, Filipina barat daya. (Foto: dok).

Kapal-kapal angkatan laut Amerika dan Filipina telah meronda perairan di Filipina selatan di mana penculikan oleh militan Abu-Sayyaf untuk memperoleh uang tebusan telah menimbulkan kekhawatiran keamanan di kawasan itu.

Letnan Komandan Angkatan Laut Amerika, Arlo Abrahamson, mengatakan kapal tempur Angkatan laut, USS Coronado, dan frigat angkatan laut Filipina BRP Ramon Alcaraz telah menyelesaikan patroli empat hari di Laut Sulu, Sabtu (1/7), dan menambahkan bahwa operasi itu dilakukan atas permohonan pemerintah Filipina.

"Patroli yang terkoordinasi yang bertujuan untuk mendeteksi dan menjerat ancaman itu aman dan rutin,” kata Abrahamson.

Laksamana Muda Angkatan Laut Amerika, Don Gabrielson mengatakan “operasi kita di laut dengan angkatan laut Filipina menunjukkan kesetiaan kita pada persekutuan, penumpasan perompakan dan kegiatan illegal.”

“Patroli ini meningkatkan kestabilan dan perdamaian kawasan,” kata Gabrielson, komandan Gugus Tugas 73 Angkatan Laut.

Orang-orang bersenjata Abu Sayyaf pernah menculik awak kapal dari Malaysia, Indonesia dan Vietnam dalam kapal-kapal tunda dan kapal kargo yang lewat dan menyekap mereka untuk memperoleh uang tebusan di Sulu, Filipina selatan, dan pulau-pulau terpencil dalam beberapa tahun ini.

Filipina, Malaysia, dan Indonesia telah sepakat untuk mengambil langkah untuk membuat jera dan menghentikan ancaman di perairan yang ramai itu. [gp]

XS
SM
MD
LG