Tautan-tautan Akses

Kanselir Jerman Bela Diri Soal Catatan Voting tentang Israel di PBB


Kanselir Jerman Angela Merkel. (Foto: dok).

Kanselir Jerman Angela Merkel, Rabu (18/12) membela catatan pemberian suara Jerman tentang Israel di PBB, dengan alasan bahwa mendukung negara itu tidak berarti mendukung semua tindakannya.

Surat kabar "The Jerusalem Post" melaporkan minggu lalu bahwa Simon Wiesenthal Center yang berbasis di Los Angeles mengkritik duta besar Jerman untuk PBB, Christoph Heusgen, karena memberikan “suara anti-Israel” di antara hal-hal lain.

Pemerintah Jerman sangat mendukung Heusgen, yang sebelumnya menjabat selama bertahun-tahun sebagai penasihat kebijakan luar negeri Merkel.

“Komitmen terhadap negara Israel ... tidak berarti 100 persen setuju dengan semua tindakan politik Israel,” kata Merkel dalam sesi tanya-jawab di parlemen Jerman.

Dia mencatat bahwa negara-negara Uni Eropa berkonsultasi tentang cara memilih di PBB, di mana Jerman saat ini menjalankan tugas dua tahun di Dewan Keamanan.

Jerman berupaya memastikan bahwa “semua kecenderungan yang dapat kita pengaruhi yang dapat mewujudkan sikap anti-Israel” dihapus dari resolusi, tambahnya. “Jadi saya kira kami melakukan pekerjaan dengan baik,” tambahnya.

Jerman dan negara-negara Eropa lainnya belum bergabung dengan Amerika dalam mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel dan terus mengkritik aktivitas pemukiman Israel di Tepi Barat. [lt/uh]

XS
SM
MD
LG