Tautan-tautan Akses

Kabinet Jepang Setujui Anggaran Pertahanan 2020 yang Capai Rekor


PM Jepang Shinzo Abe di Pangkalan Militer Jepang di Asaka, 14 Oktober 2018. (Foto: dok).
PM Jepang Shinzo Abe di Pangkalan Militer Jepang di Asaka, 14 Oktober 2018. (Foto: dok).

Kabinet Jepang, Jumat (20/12) menyetujui anggaran pertahanan yang mencapai rekor jumlahnya, yang mencakup penyediaan sejumlah jet tempur siluman Amerika serta dana bagi riset yang berpotensi mengembangkan program jet tempurnya sendiri.

Anggaran pertahanan 48,6 miliar dolar untuk tahun fiskal 2020 itu masih memerlukan persetujuan parlemen, tetapi ini merupakan kenaikan 1,1 persen dari anggaran tahun berjalan. Belanja pertahanan Jepang telah meningkat selama tujuh tahun berturut-turut dengan total 13 persen sejak 2013, setahun setelah PM Shinzo Abe mulai menjabat. Ketika itu pemerintah ingin meningkatkan postur pertahanannya di tengah-tengah ancaman dari Chinadan Korea Utara.

Di antara pembelian yang paling mahal dalam anggaran itu adalah jet-jet siluman F-35 produksi Lockheed Martin. Berdasarkan rencana anggaran 2020, Jepang akan membeli enam jet tempur siluman F-35B yang mampu lepas landas dalam jarak pendek dan mendarat vertikal, dengan biaya total 725 juta dolar. Keenamnya adalah bagian pertama dari 42 pesawat F-35B yang rencananya dibeli Jepang dalam beberapa tahun mendatang.

Membeli senjata Amerika yang mahal membantu mengurangi surplus perdagangan Jepang dengan AS, suatu masalah yang diperselisihkan Washington. Tetapi ini menimbulkan kekhawatiran di dalam Jepang karena hal tersebut akan merupakan kemunduran bagi industri pertahanan lokal yang masih baru.

Anggaran 2020 itu juga akan mencakup pengeluaran 256 juta dolar bagi riset awal untuk mengembangkan jet-jet tempur generasi mendatang guna menggantikan F-2 tua yang diperkirakan akan dipensiunkan pada tahun 2030-an. Jepang berencana membuat mesinnya sendiri, tetapi juga mempertimbangkan pembuatan sejumlah suku cadang lainnya bersama dengan AS dan Inggris untuk meningkatkan kompatibilitasnya, kata para pejabat pertahanan. Mereka menyatakan rincian lebih lanjut akan diputuskan tahun depan. [uh/lt]

Recommended

XS
SM
MD
LG