Tautan-tautan Akses

Kabinet Indonesia Maju Banyak Diisi Wajah Baru


Presiden Joko Widodo (baris depan ke-6 kiri) dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin (baris depan ke-6 dari kanan) bersama menteri-menteri kabinet baru di Istana Merdeka, Rabu, 23 Oktober 2019. (Foto: AFP)
Presiden Joko Widodo (baris depan ke-6 kiri) dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin (baris depan ke-6 dari kanan) bersama menteri-menteri kabinet baru di Istana Merdeka, Rabu, 23 Oktober 2019. (Foto: AFP)

Presiden Joko Widodo, didampingi Wakil Presiden Ma’ruf Amin, Rabu (23/10), mengumumkan susunan kabinet “Indonesia Maju.” Berbeda dengan pengumuman keputusan atau kebijakan penting lainnya, kali ini presiden memilih duduk lesehan di anak tangga Istana Merdeka, Jakarta.

Ada sejumlah wajah baru di kabinet “Indonesia Maju.” Tetapi yang paling menjadi perhatian tentu saja penempatan Prabowo Subianto, pesaing utama Jokowi dalam pemilu presiden April lalu, sebagai menteri pertahanan. Mengenakan batik kehijauan, Prabowo memberi salam hormat kepada Jokowi ketika namanya disebut sebagai menteri.

Di luar dugaan Presiden Joko Widodo menunjuk Fachrul Razi, lulusan Akadmi Militer Angkatan 1970 yang pernah menjadi Wakil Panglima TNI pada era Abdurrahman Wahid, sebagai Menteri Agama. Juga Nadiem Makarim sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, serta I Gusti Ayu Bintang sebagai Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.

Berikut daftar kabinet “Indonesia Bersatu” yang diumumkan Presiden Jokowi.

1. Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan: Mahfud MD

2. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian: Airlangga Hartarto

3. Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan: Muhadjir Effendi

4. Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi: Luhut Binsar Pandjaitan

5. Menteri Pertahanan: Prabowo Subianto

6. Menteri Sekretaris Negara: Pratikno

7. Menteri Dalam Negari: Jend. (Pol) Tito Karnavian

8. Menteri Luar Negeri: Retno LP Marsudi

9. Menteri Agama: Fachrul Razi

10. Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia: Yasonna Laolly

11. Menteri Keuangan: Sri Mulyani Indrawati

12. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan: Nadiem Makarim

13. Menteri Kesehatan: dr. Terawan Agus Putranto

14. Menteri Sosial: Juliari Batubara

15. Menteri Tenaga Kerja: Ida Fauziah

16. Menteri Perindustrian: Agus Gumiwang Kartasasmita

17. Menteri Perdagangan: Agus Suparmanto

18. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral: Arifin Tasrif

19. Menteri Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR): Basuki Hadimuljono

20. Menteri Perhubungan: Budi Karya Sumadi

21. Menteri Komunikasi dan Informatika: Johnny G. Plate

22. Menteri Pertanian: Syahrul Yasin Limpo

23. Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan: Siti Nurbaya

24. Menteri Kelautan dan Perikanan: Edhy Prabowo

25. Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi: Abdul Halim Iskandar

26. Menteri Agraria, Tata Ruang, dan Kehutanan: Sofjan Djalil

27. Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional dan Kepala Bappenas: Suharso Monoarfa

28. Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi: Tjahjo Kumolo

29. Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) : Erick Thohir

30. Menteri Koperasi dan UKM: Teten Masduki

31. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif: Wishnutama

32. Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Anak: I Gusti Ayu Bintang Darmawati

33. Menristek dan Kepala Badan Riset Inovasi Nasional: Bambang Brodjonegoro

34. Menteri Pemuda dan Olahraga: Zainudin Amali

35. Kepala Staf Kepresidenan: Moeldoko

36. Sekretaris Kabinet: Pramono Anung

37. Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM): Bahlil Lahadalia

38. Jaksa Agung: ST Burhanuddin

Mengakhiri pengumuman kabinet untuk masa jabatan keduanya, Presiden Joko Widodo menyampaikan tujuh pesan singkat penuh makna. Ia menegaskan agar para menteri “jangan korupsi, menciptakan sistem yang menutup celah terjadinya korupsi!”

Jokowi juga minta agar tidak ada “visi misi menteri” karena yang ada menurutnya adalah “visi misi presiden dan wakil presiden.”

Lebih jauh Jokowi minta agar ke-34 menteri baru itu “kerja cepat, kerja keras dan kerja produktif,” serta “tidak terjebak pada rutinitas yang monoton” dan senantiasa bekerja “yang berorientasi pada hasil nyata.”

Presiden juga mendorong para menteri untuk selalu mengecek masalah di lapangan dan menemukan solusinya.

Pesan terakhirnya adalah agar para menteri kabinet Indonesia Bersatu bekerja serius. “Yang gak serius atau sungguh-sungguh, hati-hati. Bisa saya copot di tengah jalan,” ujar Jokowi menutup pengumuman kabinet baru.

Pelantikan kabinet ini akan dilangsungkan Senin (28/10) siang di Istana Merdeka, Jakarta. [em/ft]

Recommended

XS
SM
MD
LG