Tautan-tautan Akses

AS

Juri Dakwa Polisi Terkait Kematian Breonna Taylor


Polisi dan pedemo bentrok di Louisville, Kentucky, Rabu, 23 September 2020, setelah juri mengumumkan dakwaan kepada polisi pelaku penembakan perempuan kulit hitam, Breonna Taylor.

Dewan juri di Louisville, Kentucky, Rabu (23/9), mendakwa petugas polisi melakukan tindakan berbahaya terkait penembakan yang menewaskan seorang perempuan kulit hitam, Breonna Taylor, dalam penggerebekan narkoba yang ceroboh Maret lalu.

Mereka juga memutuskan bahwa dua petugas lain dibenarkan menembak dan membebaskan mereka dari kesalahan.

Dakwaan tunggal itu diumumkan hampir 200 hari setelah Taylor terbunuh. Ribuan orang dengan damai memprotes keputusan itu di kota terbesar negara bagian tersebut.

Wali Kota Greg Fischer memerintahkan jam malam selama 72 jam, mulai Rabu (23/9), pukul 23.00. Banyak area pusat kota ditutup untuk lalu lintas.

Brett Hankison, satu-satunya petugas yang dituduh dalam kasus itu, telah dipecat dari kepolisian kota setelah penyelidikan menunjukkan ia melepas 10 tembakan ke apartemen Taylor melalui pintu kaca geser yang ditutup tirai. Ini melanggar peraturan polisi yang mengharuskan petugas melihat jelas sasaran sebelum menembakkan senjata.

Dewan juri menetapkan Hankison melakukan kecerobohan yang membahayakan, menyimpulkan tembakan yang dilepaskannya menembus dinding apartemen tetangga, dan bahwa Hankinson membahayakan tiga orang yang tinggal di sana. Jika terbukti bersalah, ia terancam hukuman lima tahun penjara.

Demonstrasi atas keputusan itu kemudian berlangsung di kota New York dan Washington, DC. FBI masih menyelidiki kemungkinan pelanggaran undang-undang federal dalam kasus tersebut.[ka/pp]

XS
SM
MD
LG