Tautan-tautan Akses

Jumlah Milenial AS yang Calonkan di Pemilu Lokal dan Negara Bagian Capai Rekor


Banner kampanye para kandidat di kota Largo, Florida (foto: ilustrasi).

Milenial merupakan bagian besar, beragam, dan penting dari pemilih AS tahun ini. Tetapi jumlah mereka juga semakin besar sebagai kandidat untuk pemilihan lokal dan negara bagian.

Menurut Millennial Action Project (MAP), sebuah organisasi yang melacak kaum muda yang mencalonkan diri untuk jabatan di seluruh negeri, jumlah orang di bawah 45 tahun yang mencalonkan diri tahun ini mencapai rekor.

“Ini mengejutkan kami, karena dari 2018 hingga 2020, kami telah melacak peningkatan 266% dalam jumlah orang yang mencalonkan diri,” kata Layla Zaidane, direktur eksekutif dan COO MAP kepada VOA.

“Pada hari pemilihan, pada kartu suara, kita akan memiliki total 259 kandidat. Milenial yang mencalonkan diri hanya untuk kursi kongres,” tambahnya.

Dengan isu-isu seperti perubahan iklim dan kemacetan upah menjadi keprihatinan utama warga, banyak kandidat milenial mengatakan mereka ingin turut membentuk kebijakan yang akan mempengaruhi masa depan mereka.

“Kenyataannya adalah bahwa konsekuensi dan dampak keputusan yang dibuat akan kita rasakan,” kata David Kim yang mencalonkan diri sebagai calon Demokrat untuk kursi DPRD dari dapil 34 di California, yang mencakup Los Angeles, kepada VOA. “Jadi, bukankah masuk akal untuk membuat undang-undang bagi masa depan kita?

”Peningkatan jumlah milenial yang mencalonkan diri hampir sama di kedua partai. Menurut MAP, 40% kandidat di bawah 45 tahun yang mencalonkan diri di DPR adalah dari Partai Republik.

Tetapi generasi ini lebih besar kemungkinannya dibandingkan generasi lain untuk mencalonkan diri sebagai independen atau setidaknya tidak sesuai dengan prinsip ideologi salah satu partai.

"Saya bukan penggemar berat sistem dua partai," kata Luke Negron, kandidat berusia 27 tahun di distrik ke 18 Pennsylvania yang mencakup Pittsburgh. “Tapi lawan saya adalah Demokrat, jadi saya harus mencalonkan diri sebagai seorang Republik untuk kampanye yang layak.”

Ia menambahkan, “Itu tidak berarti saya menganggap semua pendukung Partai Republik adalah orang baik. Dan tentu saja bukan berarti saya menganggap satu-satunya kaum pengkhianat elitis adalah Demokrat. "

Di California, kursi DPRD tidak diperebutkan berdasarkan partai dalam pemilihan pendahuluan, yang berarti dua orang dari partai yang sama bisa menjadi kandidat pada hari pemilihan umum.

Kim, 36, mengatakan kampanye Kenneth Mejia - seorang kandidat Partai Hijau untuk distrik kongres yang sama pada 2018 yang kalah dengan hanya di bawah 30% suara mendorongnya untuk mencalonkan diri.

Meskipun ideologi Kim sejalan dengan kandidat Partai Hijau, ia memilih untuk mencalonkan diri sebagai seorang Demokrat dan mencatat "perbedaan antara Demokrat yang didanai perusahaan dan kekuatan rakyat Demokrat."

Zaidane berpendapat bahwa kecenderungan anak muda untuk mengaburkan garis partai tidak hanya merupakan keuntungan bagi kampanye mereka sendiri tetapi juga masa depan pembuatan kebijakan.

“Saya kira itu mencerminkan kesempatan besar bagi generasi ini untuk melatih kemampuan berkolaborasi dan berinovasi di luar kerangka tradisional dan benar-benar memecahkan masalah,” katanya.

Sebelum bertugas di Angkatan Udara AS, Negron bekerja di beberapa sektor pekerjaan jasa layanan, "yang biasa ditekuni milenial ," katanya kepada VOA.

Meskipun secara teknis berada di sisi yang berlawanan, baik Negron maupun Kim berbicara mengenai pengalaman yang sama, dan perjuangan yang sama, melakukan banyak jenis pekerjaan demi kebutuhan hidup. [my/lt]

Lihat komentar

XS
SM
MD
LG