Tautan-tautan Akses

Jumlah Kasus Covid-19 di India Mencapai Enam Juta


Tes swab Covid-19 di Ahmedabad, India, 26 September 2020. (Foto dok).

Jumlah kasus virus corona di India mencapai enam juta pada hari Senin (28/9). Negara dengan jumlah kasus terbanyak ke-dua itu terus mencatat penambahan kasus baru harian tertinggi di dunia.

Dengan tidak terlihatnya tanda-tanda mereda, Perdana Menteri Narendra Modi mendesak warga India untuk mengikuti peraturan yang mewajibkan penggunaan masker. “Peraturan ini merupakan senjata untuk memerangi corona. Peraturan tersebut adalah alat ampuh untuk menyelamatkan kehidupan setiap warga,” katanya dalam pidato bulanan melalui radio, Minggu (27/9).

Kasus Covid-19 melonjak sejak transportasi umum, bisnis, pasar, hotel, restoran dan bar dibuka kembali di sebagian besar kota setelah India mulai melonggarkan lockdown yang ketat. Ada penambahan dua juta kasus baru dalam 23 hari terakhir.

Tenaga kesehatan merawat pasien Covid-19 di Intensive Care Unit (ICU) Rumah Sakit Yatharth di Noida, pinggiran New Delhi, India, 15 September 2020.
Tenaga kesehatan merawat pasien Covid-19 di Intensive Care Unit (ICU) Rumah Sakit Yatharth di Noida, pinggiran New Delhi, India, 15 September 2020.

“Kami melihat kenaikan tingkat infeksi paling cepat dalam beberapa minggu dan mengakui bahwa strategi pengendalian kami belum benar-benar efektif setelah lockdown,” menurut K Srinath Reddy, Direktur Yayasan Kesehatan Publik India di New Delhi. “Ada kelalaian besar dalam hal penggunaan masker dan dalam mengadakan acara yang ramai sehingga memudahkan virus menjangkau manusia. Ini seharusnya dapat diperlambat.”

Walau jumlah kasus harian telah menurun sedikit dalam beberapa hari terakhir, sehingga menimbulkan optimisme bahwa puncak wabah telah berlalu, para pakar kesehatan memperingatkan bahwa musim festival yang akan datang merupakan tantangan.

“Kerumunan statis, di dalam dan di luar ruangan, atau kerumunan orang yang bergerak perlahan di area perbelanjaan akan menjadi masalah yaitu tempat penyebaran virus dengan cepat, terutama jika mereka tidak mengenakan masker,“ kata Reddy.

Namun pihak berwenang India telah mengindikasikan bahwa negara itu tidak akan memberlakukan lockdown lagi karena fokus kini beralih ke pemulihan perekonomian India yang terpukul dan kebanyakan pakar kesehatan masyarakat sepakat bahwa menutup negara tidak dapat menghentikan virus melainkan hanya memperlambat.

Dengan jumlah kasus kematian akibat virus di India akan mencapai 100.000 dalam beberapa hari mendatang, pakar kesehatan masyarakat mengatakan, penekanan seharusnya pada pengendalian jumlah kematian. Departemen Kesehatan India melaporkan total 95.542 kematian pada hari Senin (28/9). [lj/uh]

Recommended

XS
SM
MD
LG