Tautan-tautan Akses

AS

Joe Biden Minta Maaf Karena Sebut Kata “Lynching” Saat Wawancara TV 1998


Kandidat presiden AS dari Partai Demokrat dan mantan Wakil Presiden Joe Biden saat berkampanye di Scranton, Pennsylvania, 23 Oktober 2019.

Kandidat calon presiden Partai Demokrat Joe Biden minta maaf karena pernah menggunakan kata “lynching” atau “hukuman mati tanpa proses pengadilan” dalam sebuah wawancara televisi pada 1998.

Biden sendiri mengecam keras Presiden Amerika Donald Trump karena membandingkan penyelidikan pemakzulan terhadapnya dengan “lynching.”

Ketika itu, sebagai senator dari negara bagian Delaware, Biden tampil di CNN dan menyebut pemakzulan Presiden Bill Clinton sebagai “partisan lynching.”

Biden, Rabu (23/10), mencuit permohonan maafnya di Twitter dengan mengatakan “ini bukan kata yang tepat untuk digunakan dan saya minta maaf. Sebaliknya, Trump menggunakan kata itu hari ini secara sengaja dan terus memicu perpecahan rasial di negara ini setiap hari.”

Gedung Putih belum menanggapi cuitan Biden tersebut.

Wawancara Biden dengan CNN pada 1998 itu berlangsung ketika Clinton menghadapi pemakzulan karena dinilai telah mengganggu upaya mencari keadilan dan berbohong di bawah sumpah ketika diselidiki terkait gugatan pelecehan seksual.

DPR memakzulkan Clinton, tetapi Senat tidak menjatuhkan hukuman dan Clinton tetap menjabat hingga masa jabatannya berakhir pada 2001.
“Lynching” mengacu pada praktik pembunuhan yang dilakukan kelompok supremasi kulit putih dengan meneror dan mengintimidasi warga Amerika keturunan Afrika yang ingin mengakhiri perbudakan setelah Perang Saudara. Praktik ini terjadi hingga 1981.

Gambar-gambar perempuan dan laki-laki kulit hitam yang dihukum gantung tanpa proses pengadilan merupakan sebagian gambar paling mengerikan dan tidak sensitif dari perjuangan hak-hak sipil. [em/pp]

XS
SM
MD
LG