Tautan-tautan Akses

Jerman Akhiri Misi Evakuasi di Kabul


Penerbang Angkatan Udara AS menyiapkan ranjang bayi di hanggar untuk menyediakan tempat tinggal sementara bagi pengungsi Afghanistan yang memenuhi syarat sebagai bagian dari Operasi Pengungsi Sekutu, di Pangkalan Udara Ramstein, Jerman, 19 Agustus 2021. (Foto: via Reuters)
Penerbang Angkatan Udara AS menyiapkan ranjang bayi di hanggar untuk menyediakan tempat tinggal sementara bagi pengungsi Afghanistan yang memenuhi syarat sebagai bagian dari Operasi Pengungsi Sekutu, di Pangkalan Udara Ramstein, Jerman, 19 Agustus 2021. (Foto: via Reuters)

Menteri Pertahanan Jerman Annegret Kramp-Karrenbauer, Kamis (26/8), mengatakan negaranya telah mengakhiri misi evakuasi di Afghanistan.

Kramp-Karrenbauer mengatakan pesawat militer dan petugas layanan Jerman yang terakhir telah tiba di Tashkent, Uzbekistan, Kamis (26/8) sore. Dengan demikian, ujarnya, Jerman telah mengevakuasi 5.347 orang dari sedikitnya 45 negara, termasuk lebih dari 4.000 warga Afghanistan.

Menteri Pertahanan Jerman Annegret Kramp Karrenbauer membuat pernyataan saat ia tiba untuk pertemuan para menteri pertahanan Uni Eropa di gedung Dewan Eropa di Brussels, Kamis, 6 Mei 2021. (Foto: AP)
Menteri Pertahanan Jerman Annegret Kramp Karrenbauer membuat pernyataan saat ia tiba untuk pertemuan para menteri pertahanan Uni Eropa di gedung Dewan Eropa di Brussels, Kamis, 6 Mei 2021. (Foto: AP)

Jerman tidak merinci secara terbuka sebelumnya kapan tepatnya penerbangan evakuasi mereka akan berakhir, tetapi negara-negara Eropa lainnya juga telah menyelesaikan upaya evakuasi, menjelang tenggat penarikan pasukan Amerika pada 31 Agustus.

Kramp-Karrenbauer mengatakan penerbangan terakhir dilakukan ketika terjadi ledakan di luar bandara pada Kamis (28/8). Seorang komandan militer Jerman kemudian mempersiapkan rencana “keberangkatan darurat.”

Ditambahkannya, serangan itu menunjukkan mengapa “perpanjangan operasi di Kabul tidak mungkin dilakukan.”

“Situasi keamanan di lapangan, dan juga keputusan Taliban untuk tidak mentolerir perpanjangan setelah tanggal 31 Agustus, membuat tidak mungkin melanjutkan operasi evakuasi ini,” ujarnya,

Kramp-Karrenbauer mengatakan Jerman menawarkan pesawat medvac untuk membawa mereka yang luka-luka ke negara lain, tetapi sejauh ini belum digunakan untuk tujuan itu. [em/ah]

XS
SM
MD
LG