Tautan-tautan Akses

Jepang: Ancaman Nuklir Korea Utara ‘Gawat’


Dari kiri: Menhan Jepang Itsunori Onodera, Menlu Jepang Taro Kono, Menlu AS Rex Tillerson dan Menhan AS James Mattis dalam pertemuan di kantor Deplu AS, Washington DC, 17 Agustus 2017. (Foto: dok).

Ancaman nuklir dari Korea Utara gawat dan memerlukan tanggapan bersama dari Amerika Serikat, Jepang dan Korea Selatan, kata menteri pertahanan Jepang, Senin (23/10).

Menteri Pertahanan Itsunori Onodera, berbicara kepada sejawatnya dari Amerika dan Korea Selatan pada awal pembicaraan di Filipina mengatakan, ancaman Korea Utara telah berkembang ke tingkat yang tidak pernah terjadi sebelumnya, gawat dan dapat terjadi sewaktu-waktu. Karena itu ia menyatakan perlunya tanggapan yang berbeda dan terukur untuk menghadapi ancaman tersebut.

Menteri Pertahanan Amerika James Mattis lebih bersikap menahan diri dalam pernyataannya, tetapi ia mengecam Korea Utara karena membangkang resolusi-resolusi Dewan Keamanan PBB terkait program misil balistik dan nuklirnya. Ia mengatakan provokasi Korea Utara mengancam keamanan regional dan global meskipun ada kecaman dengan suara bulat dari Dewan Keamanan PBB.

Korea Utara telah berkali-kali menyatakan program senjata nuklirnya tidak untuk dirundingkan, dan telah menolak seruan Amerika untuk melakukan denuklirisasi.

Ketegangan antara Korea Utara dan Amerika Serikat telah meningkat menyusul uji coba nuklir terbaru Pyongyang, yang ke-enam, bulan lalu. Korea Utara juga berulang kali melakukan uji coba apa yang dinilai para pejabat intelijen sebagai misil balistik jarak menengah dan jarak jauh. [uh/ab]

XS
SM
MD
LG