Tautan-tautan Akses

Jalan-jalan Tampak Lengang di Singapura


Seorang pria mengenakan masker wajah untuk menghindari penularan virus corona Covid-19 berjalan di sebuah gang restoran di Singapura, 11 Mei 2020. (Foto: AFP)

Lalu lintas di Singapura, Selasa (12/5), perlahan-lahan pulih di sepanjang kawasan komersial dan bisnis, meskipun masih sepi, ketika negara itu mulai melonggarkan beberapa pembatasannya akibat virus corona.

Bisnis tertentu diizinkan untuk buka kembali secara hati-hati pasca penutupan wilayah sebagian selama dua bulan.

Langkah-langkah penutupan wilayah lainya masih berlaku termasuk termasuk mengisolasi lebih dari 300 ribu pekerja migran di asrama mereka sampai periode penutupan wilayah berakhir 1 Juni.

Sekitar 90 persen kasus virus corona di Singapura terkait dengan asrama pekerja asing yang penuh sesak yang luput dari pengelolaan krisis pemerintah.

Infeksi di Singapura, negara seukuran kota yang kaya di Asia Tenggara dengan penduduk kurang dari 6 juta orang, mengalami lonjakan kasus seratus kali lipat dalam dua bulan dari 226 pada pertengahan Maret menjadi lebih dari 23.800. Jumlah itu yang terbesar di Asia setelah China, India, dan Pakistan. Meski demikian hanya 20 dari infeksi tersebut yang mengakibatkan kematian.

Bagi sebagian besar orang, virus corona menyebabkan gejala ringan atau sedang, seperti demam dan batuk yang hilang dalam dua hingga tiga minggu. Namun virus ini sangat menular dan bisa menyebar dari mereka yang memiliki gejala ringan atau orang yang tidak tampak memiliki gejala. [my/pp]

Recommended

XS
SM
MD
LG